warna warni kehidupan

hidup itu indah adanya
Subscribe

Archive for May, 2019

Dan pada akhirnya, bagaimana kita ingin dikenang?

May 30, 2019 By: andry Category: motivasi, refleksi

Bayangkan kamu melihat dirimu sudah meninggal dunia, dan sekarang kamu berada di prosesi pemakamanmu sendiri, di mana banyak pelayat yang datang.
Ada SUAMI/ISTRI, ANAK, REKAN KERJA, TEMAN, dan orang-orang lainnya.
Bayangkan apa yang akan mereka katakan dalam hati pada saat itu? Apakah mereka merasa kehilangan dirimu atau tidak?

Bagaimana dengan SUAMI/ISTRI-mu?
Apa yang ada di benaknya? Bagaimana ingatan yang berada di dalam pikirannya? Suami/istri yang baikkah? Suami/istri yang penyayangkah? Atau sebaliknya, suami/istrimu mengingatmu sebagai suami/istri yang menorehkan luka di hati? Suami/istri yang selalu menekan? Suami/istri yang sama sekali tidak memberikan manfaat?

Bagaimana dengan ANAK-ANAK mu?
Ingatkah mereka akan apa yang pernah kamu berikan pada mereka? Ayah/Ibu yang baikkah? Ayah/ ibu yang dapat menjadi idola mereka kah? Ayah/ ibu yang dapat mereka banggakan? Atau sebaliknya, mereka mengingatmu sebagai Ayah/Ibu yang penuh cacimaki dan yang tidak patut untuk menjadi panutan?

Bagaimana dengan pikiran rekan kerjamu? Orang jujurkah kamu? Menarikkah kamu? Baik hatikah kamu? Siap membantukah kamu? Atau sebaliknya, mereka mengingatmu sebagai rekan kerja yang tidak peduli, tidak jujur dan menghalalkan segala cara untuk menang dalam kompetisi?

Bagaimana dengan pikiran teman-temanmu? Apakah mereka kehilangan teman luar biasa yang selalu hadir pada saat diperlukan? Apakah mereka kehilangan teman yang mau membantu siapa saja? Apakah mereka merasa kehilangan tawamu, candamu, dan keramahanmu? Atau sebaliknya, mereka mengingatmu sebagai teman yang tidak peduli dan mau menang sendiri dan mau enaknya saja? Dan mereka tidak perduli dengan kepergianmu..

Bagaimana dengan orang lain? Punya artikah kamu bagi mereka? Tahukah mereka siapa yang telah meninggal? Ada artinyakah kepergianmu bagi mereka? Punya kenangankah mereka akan kamu?”

RENUNGKAN apa yang kamu ingin mereka pikirkan dan mereka kenang ketika menghadiri pemakamanmu nanti.”

Jika kamu ingin dikenang sebagai suami/istri yang baik, jadilah suami/istri yang baik selama hidupmu. Cintai suami/istrimu apa adanya dan dukunglah suami/istrimu dengan sepenuh hati tanpa syarat.

Jika kamu ingin anak-anakmu mengenang segala sesuatu yang pernah kamu berikan, berilah yang terbaik bagi mereka dan jadilah panutan yang membanggakan mereka.

Jika kamu menginginkan rekan kerjamu mengingat kebaikanmu, bekerjalah dengan segala kemampuanmu, jadilah teladan yang baik, dan berilah mereka hal luar biasa yang dapat kamu berikan. Berprinsiplah maju bersama rekan, tidak memanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Jika kamu ingin dikenang sebagai sahabat yang baik bagi temanmu, jadilah teman yang baik. Berbagilah dengan mereka, kenallah mereka, jangan memandang rendah mereka, jangan meminta apa pun dari mereka. Sebaliknya, berikan yang terbaik untuk mereka sebagai teman dan sahabat.

Jika kamu ingin dikenang oleh banyak orang, lakukan kebaikan untuk banyak orang pula. Bantulah mereka, atau berilah hal luar biasa yang dapat dikenang orang banyak.

Cobalah melihat dan renungkan apa yang kita inginkan dari orang lain untuk menilai diri kita nanti di akhir hayat kita. Semakin hidupmu berarti, semakin kematianmu banyak ditangisi dan dikenang orang, dan sebaliknya semakin tidak berarti hidupmu, semakin sedikit orang yang akan melayat pada hari kematianmu dan namamu akan hilang tanpa kenangan…

DAN.. yang terpenting, JANGAN MENUNDA lagi untuk berusaha berbuat baik dan memberikan nilai buat orang lain karena kita tidak pernah tahu KAPAN WAKTU PEMAKAMAN kita, bisa 50 tahun, 10 tahun, 5 tahun, 1 tahun, 5 bulan, 1 bulan, 5 hari, 1 hari, atau bahkan menit atau detik di depan kita.

(tulisan ini terinspirasi dari teori perjalanan terbalik – Buku “Mantra”- Deddy Corbuzier)