warna warni kehidupan

hidup itu indah adanya
Subscribe

Selamat ulang tahun ke-75, Mama…

November 22, 2023 By: andry Category: motivasi, refleksi

22 Nopember 2023

Waktu terus berjalan, umurpun bertambah..
Sosok perempuan yang sekarang tidak lagi muda
Sosok perempuan yang sekarang untuk berjalan dan mengangkat tubuhnya pun terkadang kesulitan
Sosok perempuan yang sekarang lebih banyak lupa
Sosok perempuan yang sekarang memiliki perasaan yang semakin sensitif
Sosok perempuan yang terkadang membuat perasaan dan emosi kami, anak-anak dan lingkungan sekitarnya terombang ambing

Melihat waktu-waktu jauh di belakang..
Sosok perempuan inilah yang membuatku ada
Sosok perempuan inilah yang menjadi tangan Tuhan untuk memberikanku “KEHIDUPAN”
Sosok perempuan inilah yang membuatku bisa menjadi besar dan dewasa
Sosok perempuan inilah yang berjasa besar menjadikan ku sebagai lelaki dengan pribadi yang kuat, mandiri dan bisa berdiri di kaki sendiri seperti saat ini.

dan sosok inilah PAHLAWAN yang menjadi PINTU REJEKI-ku

Tentunya tidak mungkin aku bisa membalas jasanya
Tidak ada angka numerik manusia di dunia ini yang bisa digunakan untuk menilai KASIH, CINTA dan HIDUP yang diberikan untukku.
Hanya Tuhanlah yang bisa membalasnya.
Kami sebagai anak-anaknya hanya bisa berusaha memberikan yang terbaik walaupun itu sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan pengorbanan yang diberikannya.
Kami hanya bisa mohon maaf atas kesalahan-kesalahan kami, atas ketidaksabaran kami, atas ketidakdisiplinan kami.

 

 

 

 

 

 

Selamat ulang tahun ke-75, MAMA tersayang

Mohon maaf di hari ulang tahunmu, karena tugas dan tanggungjawab, anakmu ini tidak bisa menemanimu.

Doa kami semoga Tuhan senantiasa memberkati dan selalu memberikanmu umur panjang, kesehatan, kebahagiaan dan damai sejahtera senantiasa.

We love u very much, MAMA..

“Hormatilah ayahmu dan ibumu supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu” (Keluaran 20:12)

Anakku, tolong maklumi aku…

January 15, 2019 By: andry Category: motivasi, My Lovely Family, refleksi

“Anakku, Aku Sudah Tua…Tolong Maklumi Aku ya…!” Mendengar Kalimat Ini, Aku Cuma Bisa Banjir Air Mata…

Untuk anakku terkasih…
Kalau suatu hari nanti, kamu melihatku perlahan menjadi tua, tidak bisa lagi merespon dengan cepat, tubuhku juga semakin lemah, tolonglah bersabar dan cobalah mengerti aku..

Ketika aku makan dengan belepotan, bahkan tidak memakai baju, tolong jangan tertawakan aku, bersabarlah padaku dan tolong ingat, aku juga pernah mengajarimu semua hal ini. Dengan sabar aku mengajarkanmu cara makan, berpakaian dan menghadapi kehidupanmu sendiri..

Ketika aku terus mengulangi kata-kata yang sama dan tak bisa lagi menyampaikan keinginanku, tolong beri aku sedikit waktu untuk berpikir, karena aku pun juga tidak bisa apa-apa. Jangan terburu-buru berbicara denganku, karena bagiku yang terpenting bukanlah berbicara, melainkan waktu bersama denganmu..

Ketika aku tidak mau mandi, tolong jangan menyalahkan aku, cobalah ingat berapa kali aku harus terus menyuruhmu mandi sewaktu kamu kecil?

Ketika aku keluar rumah dan tidak menemukan jalan pulang, tolong jangan marah dan membiarkan aku di luar, bawalah aku pulang. Apa kamu ingat sewaktu kecil aku selalu khawatir kalau kamu tersesat dan tidak bisa pulang?

Ketika aku sering berbuat ulah, tanpa sengaja memecahkan piring, tolong jangan marah dan menyalahkanku. Coba kamu ingat berapa piring dan sayur yang kamu buang ke lantai sewaktu kamu kecil?

Ketika kakiku tidak lagi bisa berjalan, tolong papahlah aku, sama seperti aku memapahmu untuk melangkahkan kakimu pertama kalinya.

Ketika aku mendekatimu, janganlah marah atau sedih, tolong bersikap lembut padaku, sama seperti aku pernah melakukannya sewaktu kamu baru lahir ke dunia ini.

Suatu hari nanti, kamu akan menyadari, walaupun aku ini tidak sempurna, tapi aku selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kamu.

Ketika aku hampir berada di akhir hidupku, tolong temani aku, jangan membenci aku. Kamu perlu tahu, untuk membesarkanmu menjadi anak yang baik dan terdidik, aku juga telah bersusah payah.
Saat ini, aku juga takut. Tidak kusangka meninggalkan bumi ini ternyata begitu menakutkan, aku hanya berharap kamu bisa ada di sampingku sampai aku pergi. Aku tidak ingin sendirian.

Cobalah untuk mengerti dan membantuku, gunakanlah kasih dan kesabaranmu untuk membantuku mengakhiri hidup ini, aku akan menggunakan segenap hati dan cintaku untuk membalasmu. Aku mencintaimu, anakku!

Sahabat… pernahkan kamu memeluk ayah dan ibumu dan juga mengatakan hal yang sama? Kalau kamu juga mencintai mereka dan akan merawat mereka sampai akhir hayat mereka?

Ibunda maafkan kami..

(tulisan ini copas dari laman FB)