warna warni kehidupan

hidup itu indah adanya
Subscribe

Robert De Vincenzo dan bayi yang sekarat #Reaksi yang positif

October 24, 2020 By: andry Category: motivasi, refleksi

Robert De Vincenzo, seorang pegolf hebat Argentina, pernah memenangkan turnamen, setelah menerima cek dan tersenyum di depan kamera, dia pergi ke clubhouse dan bersiap untuk pulang. Saat dia berjalan menuju mobilnya di tempat parkir, dia didekati oleh seorang wanita muda yang memberi selamat kepadanya atas kemenangannya dan kemudian mengatakan kepadanya bahwa anaknya sakit parah dan sedang sekarat. Wanita itu mengatakan bahwa ia tidak tahu bagaimana dia bisa membayar tagihan dokter dan biaya rumah sakit.

De Vincenzo tersentuh oleh ceritanya, dan dia menuliskan cek yang kemudian diberikan ke wanita tersebut dan berkata kepada wanita itu. “Bawalah anakmu ke rumah sakit dan pastikan semua terjamin sehingga dia benar-benar sembuh”.

Minggu berikutnya, De Vincenzo makan siang di country club ketika seorang rekannya menghampiri ke mejanya dan berkata “ada tukang parkir minggu lalu melihat bahwa Anda bertemu dengan seorang wanita muda dan kemudian anda memberikannya cek”
De Vincenzo mengangguk. Kemudian rekannya tersebut melanjutkan, “saya punya KABAR BURUK untuk Anda. Dia menipu anda, dia tidak punya bayi yang sakit apalagi sekarat.

De Vincenzo terdiam sejenak dan bertanya “Sungguh? Maksudmu “TIDAK ADA BAYI YANG SAKIT DAN SEDANG SEKARAT”?”

“Benar,” tegas rekannya itu.

“SYUKURLAH, senang sekali mendengarnya, dan ini KABAR TERBAIK yang saya dengar sepanjang minggu ini” Kata De Vincenzo.

Dari cerita ini dapat kita ambil hikmahnya bahwa kabar baik atau kabar buruk itu tergantung bagaimana cara pandang kita melihatnya, yang mana dalam masa-masa sulit saat ini, “EMPATI” dan “KELUASAN HATI UNTUK MEMAAFKAN” adalah dua hal yang benar-benar dibutuhkan untuk kehidupan yang lebih baik.

Kita tidak bisa mengatur peristiwa apa yang akan terjadi pada kita, tapi kita bisa mengendalikan REAKSI/ RESPON KITA terhadapnya, termasuk untuk hal/ peristiwa yang kurang menyenangkan untuk manusia umumnya.

#terjemahan bebas dari cerita Robert De Vincenzo and the dying baby – www.artismc.com

Kita adalah apa yang kita pikirkan..

October 03, 2020 By: andry Category: motivasi, refleksi

Rutinitas sejak bangun tidur mengawali hari, lalu melakukan aktifitas baik di dalam ataupun di luar rumah dan akhirnya nanti istirahat dan tidur kembali, kita tidak pernah lepas dari yang namanya BERPIKIR.
Kumpulan PIKIRAN yang terjadi berulang-ulang di berbagai tempat dan kesempatan akan menjadi KEYAKINAN / MINDSET, yang akhirnya akan menentukan TAKDIR dan NASIB kita..

“Kita adalah apa yang kita pikirkan”

Jadi hati-hatilah dengan PIKIRAN yang kita pelihara..

Kebutuhannya sama tapi…

April 18, 2017 By: andry Category: motivasi, refleksi

Semua INSAN memiliki KEBUTUHAN yang sama yaitu “di-MENGERTI”, permasalahan muncul karena sebagian besar INSAN memiliki KEBIASAAN yang sama juga yaitu “GAK MAU MENGERTI”.

Jadi, kenapa kita harus memusingkan orang lain??
Tetap FOKUS dengan HAL-HAL BAIK yang kita kerjakan.
Hampir dipastikan bahwa kita tidak bisa MEMUASKAN semua pihak..
Karena MANUSIA tercipta sebagai MAKHLUK SOSIAL dengan CARA PANDANG yang berbeda…

Kebebasan penuh untuk memilih…

October 08, 2015 By: andry Category: motivasi, refleksi

Kita memiliki kebebasan penuh untuk memilih 2 cara pandang dalam menjalani hari ini yaitu men-SYUKURI apa yang kita punyai atau sebaliknya sibuk MENYESALI apa yang tidak kita punyai..

Belum ada yang menjual sepatu di sana… (Kesempatan atau Hambatan ?)

December 11, 2010 By: andry Category: motivasi, refleksi

Saya teringat sebuah ILUSTRASI dari sebuah buku yang duluuuuuuuuuu sekali pernah saya baca, tapi lupa buku apa.. hehehe..
Terlepas bahwa ilustrasi ini mungkin nggak mungkin terjadi, menurut saya ada point penting yang bisa kita ambil mengenai pandangan “KESEMPATAN atau HAMBATAN ?”

Kata2 nya yang tepat saya lupa, tapi ilustrasi-nya kira2 seperti ini :

Ada sebuah perusahaan pembuat sepatu dan sandal ingin mengembangkan sayapnya ke suatu daerah terpencil.
Kemudian Pimpinan perusahaan memanggil dua orang wiraniaga-nya dan menyampaikan keinginan dan cita2nya tersebut serta meminta kedua wiraniaga tersebut mendukung rencana tersebut.

Wiraniaga#I : Wah, RENCANA tersebut SANGAT SULIT dijalankan dan PELUANG-nya SANGAT KECIL pak, karena daerah tersebut terpencil dan TIDAK ADA yang menjual sepatu & sandal. Jadi sebaiknya rencana tersebut TIDAK USAH di-LAKSANA-kan.

Wiraniaga#2 : Wah, RENCANA tersebut SANGAT BRILIAN dan PELUANG-nya SANGAT BESAR pak, karena daerah tersebut terpencil dan BELUM ADA yang menjual sepatu & sandal. Selama ini kalau mereka membeli sepatu & sandal harus ke kota terdekat yang cukup jauh. KITA akan SUKSES besar di sana.

Dengan ILUSTRASI tersebut, bisa kita bandingkan CARA PANDANG kedua wiraniaga tersebut.
Dengan tempat, waktu, dan situasi kondisi yang sama, kita punya PILIHAN untuk menjalankannya.

Apakah tidak lebih menyenangkan bila dalam setiap KESEMPATAN kita bisa memandangnya seperti Wiraniaga#2 ??