warna warni kehidupan

hidup itu indah adanya
Subscribe

Surat untuk kekasihku (the 13th Wedding Anniversary)

December 02, 2019 By: andry Category: motivasi, my journey, My Lovely Family, refleksi

Tangerang, 02 Desember 2019
Dear Bidadariku SHENNY ROMBE…
Sang wanitaku dan separuh jiwaku..

13 tahun terlewati..

Mungkin bagi beberapa orang, 13 tahun itu waktu yang singkat
Mungkin juga bagi beberapa orang, 13 tahun itu waktu yang cukup panjang.
Bagiku sendiri bukan masalah singkat atau panjangnya waktu, namun kualitas indahnya kebersamaan denganmu merajut cinta yang tidak pernah lekang oleh waktu dalam bahtera rumah tangga.
Hari-hari yang kulewati penuh dengan sukacita karena aku tahu dan yakin bahwa Tuhan melalui semesta alam telah mengirimkan malaikatnya dalam sosok dirimu untukku.
Begitu nyata dan indah, bagaimana proses awal mengenalmu, berteman, menikah dan sekarang sudah dipercayakan 2 malaikat kecil untuk melengkapi kehidupan rumah tangga kita.

Engkau adalah pasangan dan sahabat terbaik dalam suka dan duka, sahabat dalam canda tawa dan juga sahabat yang selalu menguatkan dalam kondisi yang sulit dan kadang meneteskan air mata. Pasangan yang selalu mengerti dan menerima kelemahan serta ketidaksempurnaanku karena sebenarnya engkaulah yang melengkapi dan menyempurnakanku.

Senyum dan ceriamu senantiasa menjadi inspirasiku untuk senantiasa bangkit kembali di saat jatuh dan menghadapi kelelahan.

Hari-hari indahku sederhana, hanya dengan memulai pagi, menjalani siang dengan melakukan yang terbaik yang aku bisa dan menutup malam hariku dengan rasa syukur atas karunia Allah dalam bentuk kehadiranmu dan anak2 dalam hidupku.

I am the luckiest and happiest man alive…

Melalui surat ini, aku juga meminta maaf karena tidak selalu ada untukmu dan tidak jarang juga lisan dan sikapku menyakiti hatimu.
Aku memang tidak sempurna, tapi aku akan mencoba untuk memberikan yang terbaik untukmu, memelukmu dengan dekapan cintaku, dan senantiasa menyiram dan menjaga cinta kita.
Semoga Tuhan Yesus senantiasa hadir dan menjadi pemimpin rumah tangga kita yang ajaib melalui firman-firmannya yang hidup.

Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan (Efesus 5: 22)

Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia (Kolose 3: 19)

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia (Matius 19 : 6)

Happy the 13th Wedding Anniversary, Sayangku…
02 Desember 2006 – 2019

Dari pria yang selalu memuja dan senantiasa tergila gila tentang mu,
Andry

Pencobaan yang menguatkan..

October 23, 2017 By: andry Category: motivasi, refleksi

STOP mengasihani diri sendiri, menyalahkan SITUASI & LINGKUNGAN bahkan menyalahkan TUHAN. Yakin dan percaya bahwa semua cobaan yang terjadi DI-IJIN-KAN Tuhan untuk kita alami dalam rangka untuk menguatkan IMAN dan EKSISTENSI hidup kita..

Jangan Gantungkan Sukacita Kita kepada Orang Lain..

February 02, 2015 By: andry Category: motivasi, refleksi

Ada seorang teman curhat kepada saya :
Ndry, saya kok perasaan dirundung masalaaaah terus gak habis-habis.. keluargaku seperti ini, keuanganku seperti ini, teman2ku seperti ini, gak ada orang yang mengerti aku, gak ada orang yang mau nolong aku, bos ku seperti ini, anak buahku gak ada yang beres, bla-bla, bla… kok rasanya hidupku gak ada mulus2nya sama sekali”.

Pernyataan tersebut menjadi refleksi buat saya sendiri…

Seringkali permasalahan utama manusia adalah menggantungkan sukacita nya kepada manusia lain dan lingkungannya. Padahal dari dulu jaman SD sudah diajari bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak sempurna, makhluk egois, makhluk yang tidak pernah lepas dari kesalahan – kesalahan karena keterbatasan sebagai insan yang berdosa.

Saat suami atau istri atau pasangan atau orang tua atau sahabat bahkan anak2 kita melakukan hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita, maka kita mulai merasa kecewa dan merasa menjadi orang yang paling menderita di dunia. Kalau saja kita mau jujur, betapa seringnya kita menuntut orang lain menjadi seperti yang kita inginkan melalui kacamata persepsi kita.
Lebih parah lagi, bahkan untuk beberapa orang, dengan kondisi seperti ini, mulai curhat bahkan mengumbar cacian dan kata-kata yang kurang pantas di media social sehingga menjadi bahan pergunjingan.
Percayalah mengeluh di media sosial tidak akan membuat kita bebas dari tekanan, tetapi membangun persepsi negatif orang lain kepada kita.
Sekali dua kali mungkin orang akan menaruh iba dan menunjukan empatinya, tetapi kalau kita terlalu sering mengeluh dan mengumpat dengan kata-kata kasar, perlahan-lahan orang akan merasa malas menanggapinya.

Sekali lagi bahwa “no body’s perfect”.
Jangan biarkan mood atau sukacita kita tergantung dengan orang lain tapi yakinlah bahwa setiap hal yang kita alami adalah sebuah proses pendewasaan.

Satu-satunya tempat kita bergantung adalah iman kita terhadap Tuhan Sang Maha
Kita mungkin tidak akan mampu memahami jalan-Nya, tetapi percayalah bahwa Tuhan punya cara-Nya sendiri dan jalan-Nya tidak akan pernah salah.. Kita hanya perlu percaya..

Usaha, Doa, dan Syukur…

April 06, 2011 By: andry Category: motivasi, refleksi

LAKUKAN saja BAGIAN KITA secara MAKSIMAL dengan diiringi DOA dan SYUKUR, dan biarkan TUHAN yang MENYELESAIKANNYA.. bila TIDAK SESUAI dengan KEINGINAN kita, cukup PERCAYA bahwa disediakan HAL yang LEBIH BAIK lagi.. Amin…

Rencana Lain dari-Nya..

March 25, 2011 By: andry Category: motivasi, refleksi

Di saat semua JALAN terlihat BUNTU, kita sebagai manusia HANYA BISA menyerahkan kepada-NYA..
PASTI ada RENCANA LAIN yang lebih DAHSYAT dari yang kita harapkan.
Jadi tetaplah OPTIMIS.