warna warni kehidupan

hidup itu indah adanya
Subscribe

Jadilah pemikir positif…

July 11, 2020 By: andry Category: motivasi, refleksi

Untuk melihat dunia yang lebih baik, jadilah “pemikir positif”.

Berpikir positif “bukan” berarti “menolak mengakui” bahwa ada yang tidak baik/adil ataupun kesusahan/keterbatasan dalam hidup.

Berpikir positif adalah “pilihan” untuk mencari sisi terbaik dalam kondisi yang terburuk sekalipun sehingga kita bisa berpikir lebih jernih dan tidak larut dalam permasalahan.

Pernah punya pengalaman, suatu saat menggunakan jasa taxi ke bandara, sepanjang jalan si pengemudi mengeluhkan kesulitan menghidupi keluarganya, hidupnya yang selalu sial, cerita tentang perusahaannya yang tidak adil, merugikan pengemudi, sering membuat aturan sepihak, dll.

Namun di lain waktu, menggunakan jasa taxi dengan perusahaan yang sama, si pengemudi sepanjang jalan terlihat ceria dan saat saya menanyakan kondisi kerjaan, dijawab bahwa dia bersyukur karena dalam kondisi yang sulit dia masih punya pekerjaan dan dengan pendapatan yang mungkin tidak bisa dibilang besar, dia masih bisa “mencukupkan diri” untuk menghidupi keluarganya.

Tidak bermaksud menyamakan kondisi dan latar belakang kedua pengemudi tersebut, mungkin pengemudi yg pertama memang sedang lebih membutuhkan karena suatu kondisi.

Tapi secara umum, dalam kondisi dan situasi yang sama, tinggal bagaimana sikap kita merespon situasi yang ada.

Seringkali situasi adalah “netral”, manusia lah yang “diberi kebebasan” memilih untuk menjadikannya positif atau negatif yang nanti akan menjadi makanan alam bawah sadarnya.

Mengeluh dan kuatir yang berlebihan tidak pernah menyelesaikan masalah, malah akan membuat jiwa lebih tertekan.

Surat untuk kekasihku (the 13th Wedding Anniversary)

December 02, 2019 By: andry Category: motivasi, my journey, My Lovely Family, refleksi

Tangerang, 02 Desember 2019
Dear Bidadariku SHENNY ROMBE…
Sang wanitaku dan separuh jiwaku..

13 tahun terlewati..

Mungkin bagi beberapa orang, 13 tahun itu waktu yang singkat
Mungkin juga bagi beberapa orang, 13 tahun itu waktu yang cukup panjang.
Bagiku sendiri bukan masalah singkat atau panjangnya waktu, namun kualitas indahnya kebersamaan denganmu merajut cinta yang tidak pernah lekang oleh waktu dalam bahtera rumah tangga.
Hari-hari yang kulewati penuh dengan sukacita karena aku tahu dan yakin bahwa Tuhan melalui semesta alam telah mengirimkan malaikatnya dalam sosok dirimu untukku.
Begitu nyata dan indah, bagaimana proses awal mengenalmu, berteman, menikah dan sekarang sudah dipercayakan 2 malaikat kecil untuk melengkapi kehidupan rumah tangga kita.

Engkau adalah pasangan dan sahabat terbaik dalam suka dan duka, sahabat dalam canda tawa dan juga sahabat yang selalu menguatkan dalam kondisi yang sulit dan kadang meneteskan air mata. Pasangan yang selalu mengerti dan menerima kelemahan serta ketidaksempurnaanku karena sebenarnya engkaulah yang melengkapi dan menyempurnakanku.

Senyum dan ceriamu senantiasa menjadi inspirasiku untuk senantiasa bangkit kembali di saat jatuh dan menghadapi kelelahan.

Hari-hari indahku sederhana, hanya dengan memulai pagi, menjalani siang dengan melakukan yang terbaik yang aku bisa dan menutup malam hariku dengan rasa syukur atas karunia Allah dalam bentuk kehadiranmu dan anak2 dalam hidupku.

I am the luckiest and happiest man alive…

Melalui surat ini, aku juga meminta maaf karena tidak selalu ada untukmu dan tidak jarang juga lisan dan sikapku menyakiti hatimu.
Aku memang tidak sempurna, tapi aku akan mencoba untuk memberikan yang terbaik untukmu, memelukmu dengan dekapan cintaku, dan senantiasa menyiram dan menjaga cinta kita.
Semoga Tuhan Yesus senantiasa hadir dan menjadi pemimpin rumah tangga kita yang ajaib melalui firman-firmannya yang hidup.

Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan (Efesus 5: 22)

Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia (Kolose 3: 19)

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia (Matius 19 : 6)

Happy the 13th Wedding Anniversary, Sayangku…
02 Desember 2006 – 2019

Dari pria yang selalu memuja dan senantiasa tergila gila tentang mu,
Andry

Melakukan yang terbaik…#sebuah renungan malam#

November 27, 2018 By: andry Category: motivasi, refleksi

Bersyukur buat hari ini..
dari pagi bangun tidur dan sekarang kembali saatnya beristirahat kembali..
Dalam aktifitas yang kita lakukan hari ini, mungkin kita bukanlah orang yang luar biasa, bukan yang terhebat dan bukan yang terbaik dalam komunitas kita.
Tapi yang perlu kita “pastikan” bahwa kita telah berusaha melakukan “yang terbaik” yang kita bisa sebagai tanda cinta untuk orang-orang yang kita sayangi..
Itu sudah cukup..

Mengendalikan Lidah…

February 01, 2014 By: andry Category: motivasi, refleksi

Renungan Harian yang saya baca pagi ini begitu luar biasa…
Sangat mengena dengan situasi diriku, lingkunganku dan duniaku saat ini…

Berikut kutipan dari e-RH tanggal 01 Februari 2014 :
————————————————————————————————————
Kita hidup di tengah dunia yang begitu mudah membicarakan masalah dan keburukan orang lain.
Lihat saja tayangan televisi atau ambillah koran, kita akan mendapati banyak sekali liputan gosip yang tak sedap.
tanpa sadar kita jadi mulai terbiasa dan ikut terseret dalam arus kebiasaan itu.
betapa seringnya kita menilai seseorang sebatas apa yang kita lihat dan kita ketahui.
Alih-alih mencari fakta yang sebenarnya, mendoakan, dan menjaga nama baik orang itu, malah kita cenderung mempergunjingkannya.
————————————————————————————————————-

Dengan renungan tersebut, saya diingatkan kembali betapa lidah kita yang tidak digunakan dengan bijaksana seringkali menjatuhkan orang lain.
Hendaknya kita bisa lebih bijaksana lagi untuk menggunakan lidah karena kata-kata yang keluar dari mulut tidak dapat ditarik kembali. Kata2 yang baik dan membangun akan berbuah berkah, kata-kata yang buruk akan menimbulkan petaka.

Seperti apa Dunia Mengenal dan Mengingatku ??

July 22, 2011 By: andry Category: motivasi, refleksi

Seperti apa dunia mengenalku saat aku masih bernafas dan seperti apa juga nanti dunia akan mengingatku saat jiwa sudah pergi dari raga ?? Jangan2 tidak ada hal berarti yang kulakukan buat dunia sehingga mereka tidak pernah menganggapku ada??? Karena hidup bukan hanya “Aku, aku dan aku”, tapi ada “DIA”, “Kamu”,”Kita”, dan “Mereka”…