Kisah anak kecil dan dua batang lilin (Prasangka baik…)
Seorang gadis baru pindah ke sebuah rumah kontrakan yang disebelahnya terdapat rumah sederhana yang dihuni seorang ibu bersama anak perempuannya yang masih kecil.
Gadis itu belum mengenal mereka. Ia hanya sesekali melihat sang ibu berangkat bekerja dan anaknya bermain di depan rumah.
Suatu malam, listrik di lingkungan itu tiba-tiba padam. Saat gadis tersebut mencari penerangan di antara barang-barang pindahannya, terdengar ketukan di pintu.
Tok… tok… tok…
Ketika pintu dibuka, tampak anak perempuan dari rumah sebelah.
“Kak, Kakak punya lilin?” tanyanya.
Gadis itu langsung berprasangka “Baru juga pindah, sudah ada yang datang meminta. Kalau sekarang diberi, jangan-jangan nanti akan terus meminta macam-macam.”
Dengan nada agak ketus, ia menjawab, “Tidak punya!”
Namun, anak itu tidak tampak kecewa. Ia justru tersenyum tulus, lalu mengeluarkan dua batang lilin dari balik tubuhnya.
“Kalau begitu, ini untuk Kakak. Ibu bilang, Kakak baru pindah. Mungkin belum sempat membeli lilin. Jadi, Ibu menyuruh saya mengantarkan ini supaya rumah Kakak tidak gelap.”

Sesaat, gadis itu tidak mampu berkata-kata. Ia memandangi dua batang lilin yang disodorkan tangan kecil tersebut.
Ia mengira anak itu datang untuk meminta, padahal anak itu datang untuk memberi.
Ia sibuk memikirkan cara melindungi dirinya dari kerepotan, sementara tetangganya sedang memikirkan cara menolongnya.
Gadis itu berjongkok agar sejajar dengan anak tersebut.
“Terima kasih, ya. Maaf tadi Kakak menjawab dengan kurang baik. Tolong sampaikan terima kasih Kakak kepada Ibu.”
Anak itu mengangguk, tersenyum, lalu kembali ke rumahnya.
Malam itu, gadis tersebut menyalakan lilin pemberian tetangganya. Sambil melihat nyalanya, ia menyadari bahwa ia telah menilai seseorang bahkan sebelum memberi orang itu kesempatan menjelaskan maksud kedatangannya.
Dua batang lilin itu menerangi rumahnya sekaligus menyadarkannya akan prasangkanya.
Cerita ini menjadi refleksi buat kita, bagaimana seringkali kita berprasangka atau berpikir negatif kepada orang lain.
Tetaplah berprasangka baik agar kita dikelilingi oleh orang-orang yang baik.













