warna warni kehidupan

hidup itu indah adanya
Subscribe

Rusa Muda dan Daun Merah (Fokus pada yang cinta dan kebaikan..)

May 06, 2026 By: andry Category: motivasi, refleksi

Di sebuah hutan yang hijau dan tenang, hiduplah seekor rusa muda bernama Raka.

Suatu hari, di perjalanannya, ia melihat sehelai daun merah jatuh dari pohon.

“Indah sekali daun merah ini… baru kali ini aku melihatnya,” pikirnya sambil berlalu.

Malam harinya, Raka kembali teringat kejadian saat dia menemukan daun merah, membayangkan keindahan daun merah tersebut dan meniatkan diri bahwa besok paginya dia akan melewati jalan tersebut.

Keesokan harinya, Raka sengaja melalui jalan tersebut dan kaget, “Loh, kok banyak sekali daun merah?”

Ia melihat dan menghitung satu… dua… tiga.. bahkan puluhan daun merah di berbagai sudut hutan.

Raka pun berlari ke teman-temannya.

“Teman-teman! Lihat.. hutan kita berubah! Sekarang penuh daun merah!”

Kiko sang kelinci menggeleng sampai berkata:

“Ah tidak, dari dulu juga begitu, Raka.”

Bima sang burung pun tersenyum dan berkata “Daun itu memang sudah lama ada, Raka… hanya saja kamu baru memperhatikannya.”

 

Raka terdiam sejenak dan mulai berpikir dan merenung…

Ternyata bukan hutan yang berubah, tetapi cara ia melihat hutan.

Sejak ia tertarik pada daun merah, ia mulai melihatnya di mana-mana.

Sejak saat itu Raka mulai mengerti bahwa:

Ketika ia fokus pada hal yang indah, maka hutan terasa lebih indah

Ketika ia fokus pada masalah, maka hutan terasa menakutkan

Ketika ia fokus pada tujuan, langkahnya menjadi lebih pasti

 

Dari Cerita tersebut, jika kita renungkan juga seringkali mirip dengan refleksi kehidupan kita.

“Dunia tidak selalu berubah, tetapi apa yang kita perhatikan akan menentukan bagaimana kita melihat dunia.”

Secara psikologi, ini berkaitan dengan:

  • Selective Attention (perhatian selektif)
  • Reticular Activating System (RAS) di otak, yaitu sistem yang membantu otak menyaring informasi penting sesuai fokus kita.

Contoh dasar yang sangat lekat dengan psikologi ini adalah jika kita membenci seseorang, kecenderungannya sebaik dan sebenar apapun yang dilakukan akan tertutupi oleh kesalahan kecil yang dilakukannya dan kita cenderung untuk curiga dan berpikir negatif.

Sebaliknya jika kita mencintai seseorang misalkan pasangan atau anak kita, kita cenderung untuk mengabaikan kesalahannya bahkan yang terjadi adalah pembenaran-pembenaran karena kita akan fokus pada kebaikan yang dilakukannnya.

Hal inilah yang dapat menjelaskan bahwa:

  • Apa yang kita fokuskan akan lebih sering terlihat.
  • Pikiran memengaruhi persepsi.
  • Fokus positif menghasilkan energi positif.
  • Fokus pada masalah membuat kita melihat lebih banyak masalah.
  • Fokus pada peluang membuat kita lebih mudah menemukan peluang.

Dengan cerita dan renungan ini, semoga kita senantiasa menjadi orang yang selalu fokus pada kebaikan dan cinta kasih. Amiiin.

Surat untuk kekasihku (the 19th Wedding Anniversary) – Sebuah Perjalanan Cinta yang Tak Pernah Padam

December 02, 2025 By: andry Category: motivasi, My Lovely Family, refleksi

Jakarta, 02 Desember 2025

Dear Bidadariku SHENNY ROMBE…

Sang wanita separuh jiwaku..

Belahan jiwa yang tak pernah berhenti membuatku jatuh cinta setiap hari.

Hari ini kita merayakan 19 tahun perjalanan cinta—perjalanan yang penuh warna, penuh cerita, dan penuh alasan untuk terus bersyukur.

Memang terkadang ada kesedihan dan air mata, tapi menjadi air mata yang menguatkan, serta ribuan momen yang menjadikan hidupku lebih indah dari apa pun yang pernah kubayangkan.

Kamu adalah tempat aku selalu kembali, tak peduli sejauh apa aku melangkah.

Terima kasih karena selalu menjadi Rumah bagi hatiku, Penyemangat saat dunia terasa berat, Partner terbaik dalam segala suka-duka dan Wanita yang selalu membuatku bangga menjadi suamimu.

Sembilan belas tahun berjalan bukan hanya angka…
Bagiku, itu adalah sebuah anugerah, sebuah perjuangan sebuah cinta yang makin membara dan sebuah janji bahwa kita masih punya ribuan hari indah di depan.

Aku mencintaimu sebagai pasangan, sebagai sahabat, terlebih lagi ibu dari anak-anak kita, dan perempuan yang membuatku ingin menjadi versi terbaik dari diriku sendiri setiap hari.

Terima kasih, sayangku…

Untuk setiap kesabaran yang tak terhitung, setiap dukungan yang tak pernah padam, setiap senyuman yang menghapus letih, dan setiap doa yang selalu kau layangkan untuk keluarga kita.

Happy Anniversary ke-19, sayangku..
Semoga cinta kita terus tumbuh dan Allah selalu menjaga hati kita tetap dalam satu tujuan saling membahagiakan sampai akhir usia, dengan cinta yang tak pernah usai.
Aku berjanji untuk terus mencintai, mengasihi dan melindungimu sampai akhir hayatku.

I love u very much

02 Desember 2006 – 2025

Pria yang senantiasa memujamu

Kemarin, hari ini dan selamanya..

Andry

 

Tukang Cat Perahu dan Lubang Kecil..

September 04, 2025 By: andry Category: motivasi, refleksi

Ada seorang pengusaha memiliki sebuah perahu yang sudah cukup tua dan warna catnya sudah kusam. Pada suatu kesempatan, pengusaha tersebut meminta seorang pemuda di desanya untuk mengecat perahu itu. Pemuda itu dengan senang hati menerima tawaran pekerjaan tersebut dan mulai mengecat seluruh bagian luar perahu sesuai permintaan pemilik perahu tersebut.

Saat sedang mengecat dengan teliti, pemuda itu melihat ada sebuah lubang kecil di bawah lambung perahu. Tanpa berpikir panjang dan tanpa diminta oleh pemilik perahu, sang pemuda berinisiatif menambal lubang kecil itu dengan dempul yang baik, lalu mengecatnya, serta memastikan lubang tersebut sudah kedap air.

Setelah selesai mengecat perahu tersebut, pemuda itu menerima upah sesuai perjanjian, lalu pulang ke rumah.

Beberapa hari kemudian, tidak disangka, si pemilik perahu datang ke rumah pemuda itu dengan ekspresi senang dan bahagia. Dia memanggil pemuda tersebut, lalu memberikan sejumlah uang yang jauh lebih besar dari upah awal yang sudah diterima sebelumnya.

Pemuda itu sempat bingung dan berkata, “Tuan, saya sudah menerima upah saya kemarin sesuai perjanjian. Boleh saya tahu uang ini buat apa?”

Pemilik perahu tersenyum dan menjelaskan, “Ini bukan upah untuk mengecat perahu, anak muda. Ini adalah bayaran karena kamu telah menambal lubang kecil di lambung perahu itu tanpa saya minta”

Pemuda itu bingung, “Tapi itu hanya hal kecil yang saya kerjaan menggunakan bahan yang ada di sekitar situ, Tuan.”

Pemilik perahu kemudian melanjutkan penjelasannya: “Saat saya meminta kamu mengecatnya, aku lupa memberitahumu tentang lubang itu. Setelah kamu selesai mengecatnya, sore itu anak-anakku pergi memancing dengan perahu itu tanpa sepengetahuanku. Setelah saya menyadari bahwa mereka berlayar menggunakan perahu yang bocor tersebut, saya sangat panik.

Bayangkan anak muda, jika kamu tidak berinisiatif menambal lubang tersebuit, mungkin anak-anakku tidak akan kembali dengan selamat. Terimakasih kamu telah menyelamatkan nyawa mereka, uang ini adalah bagian dari ucapan terimakasih saya.

Kisah tentang pemuda yang mengecat perahu dan lubang kecil  ini mengajarkan beberapa pelajaran hidup :

  1. Integritas dan Tanggung Jawab, bagaimana pemuda itu melakukan pekerjaan dengan teliti dan sepenuh hati, bukan hanya sekadar menyelesaikan tugas, tapi mau bekerja extramiles dengan memperbaiki masalah lain yang dia temukan, meskipun itu bukan bagian dari tugas utamanya.
  2. Melampaui Ekspektasi, bagaimana pemuda tersebut memberikan nilai lebih dari apa yang diminta, yang pada akhirnya membawa hasil yang luar biasa.
  3. Hal Kecil kadang memiliki konsekuensi besar, bagaiman menambal lubang yang terlihat sederhana dan mudah, ternyata memiliki konsekuensi yang sangat besar dan mampu menyelamatkan nyawa

 

Note : cerita diambil dari berbagai sumber.

Surat untuk kekasihku (the 18th Wedding Anniversary)

December 02, 2024 By: andry Category: my journey, My Lovely Family

Tokyo, 02 Desember 2024

Dear Bidadariku SHENNY ROMBE…

Sang wanita separuh jiwaku..

 

Selamat ulang tahun pernikahan kita yang ke-18 ya, sayang..

Di hari yang spesial tahunan ini, aku ingin kembali mengucapkan rasa SYUKUR yang mendalam kepada Tuhan atas anugerah yang begitu besar dalam hidupku, yaitu KAMU.. yaaa.. KAMUU…

Mau tahu nggak? Jujur bahwa setiap hari aku terus jatuh cinta padamu, bahkan terus bertumbuh..

Waktu yang kita lalui bersama baik suka maupun duka adalah anugerah yang penuh keajaiban buatku, dan aku tak henti-hentinya bersyukur atas kebersamaan kita yang senantiasa diberkati oleh-Nya. Aku merasa kehadiranmu menyempurnakan hidupku..

Kamu adalah pasangan sejatiku, sahabat terbaikku, teman seperjuanganku, dan belahan jiwaku dalam suka dan duka. Kamu adalah energiku. Kamu selalu ada untuk menguatkanku, menghiburku, dan menyemangatiku ketika aku membutuhkannya. Kamu adalah tempatku untuk pulang.

Delapan belas tahun berharga yang kita jalani tidak selalu mudah, namun di dalam setiap tantangan, kamu telah menunjukkan ketulusan cinta dan kesabaran yang luar biasa.

Bersama kita belajar untuk mencintai dan terus mencintai, lebih sabar, menerima dengan lebih tulus, dan selalu bersandar kepada Tuhan.

Di hari yang istimewa ini, kembali kita refleksi diri dan berdoa agar Tuhan terus menjaga dan memberkati pernikahan kita, terus memberikan kita kekuatan untuk selalu saling mencintai, saling setia dan saling menghormati, serta menjaga kita dalam damai sejahtera-Nya.

Sebagaimana tertulis dalam 1 Korintus 13:7, “Kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.”

Aku percaya bahwa Firman Tuhan ini menggambarkan cinta kasih yang selama ini kita coba bangun bersama, bagaimana kita terus saling melengkapi, saling melindungi, saling percaya, berharap, dan sabar terhadap satu dengan yang lainnya.

Terima kasih, sayang…untuk semua pengorbanan, cinta, dan kesetiaan yang selalu kamu berikan. Bersamamu, aku merasakan cinta yang sejati.

Aku berjanji untuk terus mencintai, mengasihi dan melindungimu sampai akhir hayatku.

I love u very much

 

02 Desember 2006 – 2024

Pria yang senantiasa memujamu

Kemarin, hari ini dan selamanya..

 

Andry

Jangan Gantungkan Sukacita Kita kepada Orang Lain..

April 23, 2024 By: andry Category: motivasi, refleksi

Ada seorang teman curhat kepada saya :
Ndry, saya kok perasaan dirundung masalaaaah terus gak habis-habis.. keluargaku seperti ini, keuanganku seperti ini, teman2ku seperti ini, gak ada orang yang mengerti aku, gak ada orang yang mau nolong aku, bos ku seperti ini, anak buahku gak ada yang beres, bla-bla, bla… kok rasanya hidupku gak ada mulus2nya sama sekali”.

Pernyataan tersebut menjadi refleksi buat saya sendiri…

Seringkali permasalahan utama manusia adalah menggantungkan sukacita nya kepada manusia lain dan lingkungannya. Padahal dari dulu jaman SD sudah diajari bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak sempurna, makhluk egois, makhluk yang tidak pernah lepas dari kesalahan – kesalahan karena keterbatasan sebagai insan yang berdosa.

Saat suami atau istri atau pasangan atau orang tua atau sahabat bahkan anak2 kita melakukan hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita, maka kita mulai merasa kecewa dan merasa menjadi orang yang paling menderita di dunia. Kalau saja kita mau jujur, betapa seringnya kita menuntut orang lain menjadi seperti yang kita inginkan melalui kacamata persepsi kita.
Lebih parah lagi, bahkan untuk beberapa orang, dengan kondisi seperti ini, mulai curhat bahkan mengumbar cacian dan kata-kata yang kurang pantas di media social sehingga menjadi bahan pergunjingan.
Percayalah mengeluh di media sosial tidak akan membuat kita bebas dari tekanan, tetapi membangun persepsi negatif orang lain kepada kita.
Sekali dua kali mungkin orang akan menaruh iba dan menunjukan empatinya, tetapi kalau kita terlalu sering mengeluh dan mengumpat dengan kata-kata kasar, perlahan-lahan orang akan merasa malas menanggapinya.

Sekali lagi bahwa “no body’s perfect”.
Jangan biarkan mood atau sukacita kita tergantung dengan orang lain tapi yakinlah bahwa setiap hal yang kita alami adalah sebuah proses pendewasaan.

Satu-satunya tempat kita bergantung adalah iman kita terhadap Tuhan Sang Maha
Kita mungkin tidak akan mampu memahami jalan-Nya, tetapi percayalah bahwa Tuhan punya cara-Nya sendiri dan jalan-Nya tidak akan pernah salah.. Kita hanya perlu percaya..

Dua Serigala dalam Jiwa…

January 10, 2024 By: andry Category: Uncategorized

Seorang kakek bercerita kepada cucunya “selalu ada pertarungan sengit di dalam jiwa setiap manusia. Pertarungan yang mengerikan di antara 2 serigala. Serigala pertama adalah serigala yang baik, dan serigala kedua adalah serigala yang jahat.

*source : internet

Lalu cucunya bertanya : “Serigala mana yang akan menang, kek?”

Dengan lembut sang kakek menjawab : “Serigala yang engkau beri makan”.

Cerita tentang 2 serigala dalam jiwa ini adalah salah satu cerita terkenal yang cukup sering dijadikan sebagai cerita refleksi dan motivasi tentang sikap, sifat, kebiasaan dan karakter.

Refleksi yang bisa diambil secara sederhana bahwa pada dasarnya setiap manusia memiliki 2 sisi emosi. Satu sisi emosi positif “baik”, dan lainnya berkaitan dengan emosi negatif “jahat”. Keduanya akan terus saling bertarung dan akhirnya akan mempengaruhi keputusan dari tindakan manusia.

*source : internet

Sisi emosi negatif digambarkan dengan kemarahan, ketakutan, kebencian, iri, dengki, arogan, rasa bersalah, dan kesedihan. Sedangkan sisi emosi positif adalah cinta, kebahagian, empati, sukacita, harapan, dan kesetiaan.

Sesuai dengan pertanyaan dari sang cucu bahwa siapa yang akan memenangkan pertarungan, Jawabannya adalah sikap, sifat, kebiasaan dan karakter yang kita selalu beri ruang lebih untuk terus tumbuh dan berkembang dalam jiwa kita.

Jika kita cenderung berpikir dari sisi negatif dan mengeluarkan kata-kata kotor, maka hal tersebut akan menjadi kebiasaan, dan pada akhirnya menjelma menjadi karakter.

Sebaliknya, jika kita membiasakan diri berpikir positif, maka hal tertsebut akan menjadi kebiasaan dan menjadi karakter baik juga untuk kita.

Kitalah yang bisa memilih, serigala mana yang akan terus kita beri makan.

Surat untuk kekasihku (the 17th Wedding Anniversary)

December 02, 2023 By: andry Category: refleksi

Tangerang, 02 Desember 2023

Dear Bidadariku SHENNY ROMBE…

Sang wanita separuh jiwaku..

 

SANGATLAH TERAMAT BAHAGIA…

adalah rasa yang muncul pertama kali pagi ini saat aku membuka mataku dan melihatmu di sampingku, karena tanggal hari ini selalu kuanggap spesial dan sakral setiap tahunnya. Tanggal ini adalah bercerita tentang KITA, tentang refleksi waktu kita berjuang bersama dalam CINTA, tentang waktu aku diingatkan kembali bahwa kamu adalah ANUGERAH terindah dalam hidupku, dan tentang TUHAN YESUS yang selalu setia menjaga dan menyayangiku lewat HADIR-mu dalam hidupku.

Happy Wedding Anniversary ke-17, sayangku

Aku dan kamu telah melalui banyak hal dan tumbuh bersama untuk saling menguatkan dalam pernikahan. Kita belajar untuk jadi orang yang lebih kuat, lebih bijak, dan percaya satu sama lain.

Terimakasih sudah menjadi pasangan hidupkuku, menjadi tempat bersandar ketika gundah menghampiriku, menjadi matahariku ketika hariku kelam dan bingung untuk melangkah. Senyum dan ceriamu senantiasa menjadi inspirasiku untuk selalu bisa bangkit kembali di saat jatuh dan menghadapi kelelahan.

Shenny Rombe, pelangi dan warna warni hidupku..

Tiada kata yang ada dipikiranku selain rasa terimakasih atas segala cinta dan dukungan yang kau berikan padaku selama ini.

Waktu ke depan masih panjang dan penuh misteri. Mari kita lanjutkan perjalanan cinta kita, teruslah menua bersamaku dalam pelukan kasih Tuhan.

 

 

Hari ini, kembali aku memperbaharui lagi Janji-ku untuk menjalankan sisa hidupku bersama-Mu, selama nafasku masih berhembus maka selama itu aku akan tetap setia mencintai-mu dan mengasihi-mu. Doaku selalu semoga Tuhan senantiasa hadir dan menjadi pemimpin rumah tangga kita melalui firman-firmannya yang hidup.

  Amsal 31:10-11

“Istri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan”

 

Jalan-jalan sore melewati Telaga Patra

Telaga yang indah di Pulau Bunyu

Selama nafas ku masih ada

Aku berjanji untuk terus mencintaimu

 

02 Desember 2006 – 2023

Pria yang senantiasa memujamu

Kemarin, hari ini dan selamanya..

 

Andry

Selamat ulang tahun ke-75, Mama…

November 22, 2023 By: andry Category: motivasi, refleksi

22 Nopember 2023

Waktu terus berjalan, umurpun bertambah..
Sosok perempuan yang sekarang tidak lagi muda
Sosok perempuan yang sekarang untuk berjalan dan mengangkat tubuhnya pun terkadang kesulitan
Sosok perempuan yang sekarang lebih banyak lupa
Sosok perempuan yang sekarang memiliki perasaan yang semakin sensitif
Sosok perempuan yang terkadang membuat perasaan dan emosi kami, anak-anak dan lingkungan sekitarnya terombang ambing

Melihat waktu-waktu jauh di belakang..
Sosok perempuan inilah yang membuatku ada
Sosok perempuan inilah yang menjadi tangan Tuhan untuk memberikanku “KEHIDUPAN”
Sosok perempuan inilah yang membuatku bisa menjadi besar dan dewasa
Sosok perempuan inilah yang berjasa besar menjadikan ku sebagai lelaki dengan pribadi yang kuat, mandiri dan bisa berdiri di kaki sendiri seperti saat ini.

dan sosok inilah PAHLAWAN yang menjadi PINTU REJEKI-ku

Tentunya tidak mungkin aku bisa membalas jasanya
Tidak ada angka numerik manusia di dunia ini yang bisa digunakan untuk menilai KASIH, CINTA dan HIDUP yang diberikan untukku.
Hanya Tuhanlah yang bisa membalasnya.
Kami sebagai anak-anaknya hanya bisa berusaha memberikan yang terbaik walaupun itu sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan pengorbanan yang diberikannya.
Kami hanya bisa mohon maaf atas kesalahan-kesalahan kami, atas ketidaksabaran kami, atas ketidakdisiplinan kami.

 

 

 

 

 

 

Selamat ulang tahun ke-75, MAMA tersayang

Mohon maaf di hari ulang tahunmu, karena tugas dan tanggungjawab, anakmu ini tidak bisa menemanimu.

Doa kami semoga Tuhan senantiasa memberkati dan selalu memberikanmu umur panjang, kesehatan, kebahagiaan dan damai sejahtera senantiasa.

We love u very much, MAMA..

“Hormatilah ayahmu dan ibumu supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu” (Keluaran 20:12)

Cerita Seorang Anak dan 2 Apel.. #edisi berpikir positif#

October 14, 2023 By: andry Category: motivasi, refleksi

Alkisah, ada seorang ayah sedang berbincang-bincang santai dengan anaknya di sebuah taman.

Terlihat sang anak sedang memegang 2 buah apel, masing-masing 1 buah di tangan kanan dan tangan kirinya.

Sang anak berkata kepada ayahnya :”Ayah, ini aku punya 2 apel, 1 buah apelnya buat ayah ya”

Sang ayah sangat senang dan bangga sekali karena anaknya mempunyai sifat untuk mau berbagi.

Lalu sang anak menggigit apel yang ada ditangan kirinya. Sang ayah berpikir bahwa apel yang ditangan kanan pasti akan diberikan untuknya, namun dia kaget, ternyata sang anak juga menggigit apel yang ada ditangan kanannya, terlihat merasakan rasa apelnya, lalu baru memberikan apel dari tangan kirinya untuk ayahnya.

gambar diambil dari internet

       * source gambar :  internet

Sang ayah sangat kecewa dan merasa kesal sekali, langsung berpikir bahwa anaknya ternyata serakah dengan memberikan apel bekas gigitannya.

Namun sesaat ayahnya akan marah dan mengomel, sang anak berkata “Ayah, saya sudah mencoba rasa kedua apel ini, ternyata yang di tangan kiri saya rasanya lebih manis, makanya saya memberikan yang lebih manis ini untuk ayah”.

Sang ayah tertegun, lalu menyesali pikiran negatif yang tadi sempat muncul terhadap anaknya karena ternyata anaknya menggigit kedua apel itu untuk memilih mana yang terbaik buat ayahnya.

Apa yang dapat dipelajari dari cerita ini?

Seringkali kita lebih mengutamakan kesan dan pikiran negatif kita terhadap orang lain, bisa jadi orang lain sedang menyiapkan hal yang baik untuk kita.

Seringkali pikiran, mulut kita bahkan tangan kita lebih cepat dan kasar sampai kita tidak sempat mencerna dan memberikan kesempatan orang lain, bahkan keluarga kita untuk memberikan alasan jika mereka melakukan hal yang menurut kita salah.

Marilah kita belajar untuk selalu mendengar, mencerna dan memikirkan segala hal dari sisi yang positif terlebih dahulu untuk hidup yang lebih menyenangkan.

Mulut-mu Harimau-mu

August 18, 2023 By: andry Category: motivasi, refleksi

Seringkali kita ataupun orang lain JATUH hanya karena UCAPAN NEGATIF kita sehingga selayaknya kita JAGA dan SELEKSI KATA2 KITA supaya TIDAK men-JATUH-kan, tetapi menjadi ALAT dan BERKAT untuk menjaga KITA dan SESAMA