Eksistensi Diri
Seringkali EKSISTENSI DIRI tidak perlu didapatkan dari kemenangan dari PERTANDINGAN dan PERSAINGAN, tetapi CUKUP dengan TUTUR KATA yang BAIK dan SENYUM yang TULUS..
Seringkali EKSISTENSI DIRI tidak perlu didapatkan dari kemenangan dari PERTANDINGAN dan PERSAINGAN, tetapi CUKUP dengan TUTUR KATA yang BAIK dan SENYUM yang TULUS..
Daripada sibuk MENGELUH-kan dan memper-MASALAH-kan SITUASI KONDISI yang membuat kita TIDAK NYAMAN, mending memandang PERGUMULAN itu sebagai proses menaiki ANAK TANGGA KEDEWASAAN ..
DOA..
Semua orang tau tentang DOA, yaitu hubungan umat dengan Tuhannya.
Lebih dalam lagi, DOA adalah “percakapan” umat dengan Allah
Dalam DOA kita bersyukur..
Dalam DOA kita meminta..
Dalam DOA kita mencurahkan isi hati..
Kalau kita mau jujur sih, dalam suatu persaingan dan perlombaan (dalam hal ini konteks persaingan yang positif), DOA yang seringkali kita sampaikan seperti ini :
Allah, berikan kekuatan untuk dapat memenangkan persaingan dan perlombaan ini.
Allah, berkati kami agar bisa memenangkan perlombaan ini, bla bla bla..
Hehehe .. dengan kata lain, isi DOA kita berarti : Allah, tolong kalahkan LAWAN saya????
Kita mengatur Allah untuk mengikuti keinginan kita dan menjadikan kita sang pemenang.
Tapi seberapa banyak dari kita yang cukup bijaksana dan mampu berdoa :
Allah, berikan kekuatan bagi semua peserta pertandingan ini agar yang terbaik bisa menang dan yang belum memenangkan pertandingan bisa menerima dan mengambil pelajaran untuk menjadi lebih baik lagi.. (more…)
LAKUKAN saja BAGIAN KITA secara MAKSIMAL dengan diiringi DOA dan SYUKUR, dan biarkan TUHAN yang MENYELESAIKANNYA.. bila TIDAK SESUAI dengan KEINGINAN kita, cukup PERCAYA bahwa disediakan HAL yang LEBIH BAIK lagi.. Amin…