warna warni kehidupan

hidup itu indah adanya
Subscribe

Rusa Muda dan Daun Merah (Fokus pada yang cinta dan kebaikan..)

May 06, 2026 By: andry Category: motivasi, refleksi

Di sebuah hutan yang hijau dan tenang, hiduplah seekor rusa muda bernama Raka.

Suatu hari, di perjalanannya, ia melihat sehelai daun merah jatuh dari pohon.

“Indah sekali daun merah ini… baru kali ini aku melihatnya,” pikirnya sambil berlalu.

Malam harinya, Raka kembali teringat kejadian saat dia menemukan daun merah, membayangkan keindahan daun merah tersebut dan meniatkan diri bahwa besok paginya dia akan melewati jalan tersebut.

Keesokan harinya, Raka sengaja melalui jalan tersebut dan kaget, “Loh, kok banyak sekali daun merah?”

Ia melihat dan menghitung satu… dua… tiga.. bahkan puluhan daun merah di berbagai sudut hutan.

Raka pun berlari ke teman-temannya.

“Teman-teman! Lihat.. hutan kita berubah! Sekarang penuh daun merah!”

Kiko sang kelinci menggeleng sampai berkata:

“Ah tidak, dari dulu juga begitu, Raka.”

Bima sang burung pun tersenyum dan berkata “Daun itu memang sudah lama ada, Raka… hanya saja kamu baru memperhatikannya.”

 

Raka terdiam sejenak dan mulai berpikir dan merenung…

Ternyata bukan hutan yang berubah, tetapi cara ia melihat hutan.

Sejak ia tertarik pada daun merah, ia mulai melihatnya di mana-mana.

Sejak saat itu Raka mulai mengerti bahwa:

Ketika ia fokus pada hal yang indah, maka hutan terasa lebih indah

Ketika ia fokus pada masalah, maka hutan terasa menakutkan

Ketika ia fokus pada tujuan, langkahnya menjadi lebih pasti

 

Dari Cerita tersebut, jika kita renungkan juga seringkali mirip dengan refleksi kehidupan kita.

“Dunia tidak selalu berubah, tetapi apa yang kita perhatikan akan menentukan bagaimana kita melihat dunia.”

Secara psikologi, ini berkaitan dengan:

  • Selective Attention (perhatian selektif)
  • Reticular Activating System (RAS) di otak, yaitu sistem yang membantu otak menyaring informasi penting sesuai fokus kita.

Contoh dasar yang sangat lekat dengan psikologi ini adalah jika kita membenci seseorang, kecenderungannya sebaik dan sebenar apapun yang dilakukan akan tertutupi oleh kesalahan kecil yang dilakukannya dan kita cenderung untuk curiga dan berpikir negatif.

Sebaliknya jika kita mencintai seseorang misalkan pasangan atau anak kita, kita cenderung untuk mengabaikan kesalahannya bahkan yang terjadi adalah pembenaran-pembenaran karena kita akan fokus pada kebaikan yang dilakukannnya.

Hal inilah yang dapat menjelaskan bahwa:

  • Apa yang kita fokuskan akan lebih sering terlihat.
  • Pikiran memengaruhi persepsi.
  • Fokus positif menghasilkan energi positif.
  • Fokus pada masalah membuat kita melihat lebih banyak masalah.
  • Fokus pada peluang membuat kita lebih mudah menemukan peluang.

Dengan cerita dan renungan ini, semoga kita senantiasa menjadi orang yang selalu fokus pada kebaikan dan cinta kasih. Amiiin.

Surat untuk kekasihku (the 19th Wedding Anniversary) – Sebuah Perjalanan Cinta yang Tak Pernah Padam

December 02, 2025 By: andry Category: motivasi, My Lovely Family, refleksi

Jakarta, 02 Desember 2025

Dear Bidadariku SHENNY ROMBE…

Sang wanita separuh jiwaku..

Belahan jiwa yang tak pernah berhenti membuatku jatuh cinta setiap hari.

Hari ini kita merayakan 19 tahun perjalanan cinta—perjalanan yang penuh warna, penuh cerita, dan penuh alasan untuk terus bersyukur.

Memang terkadang ada kesedihan dan air mata, tapi menjadi air mata yang menguatkan, serta ribuan momen yang menjadikan hidupku lebih indah dari apa pun yang pernah kubayangkan.

Kamu adalah tempat aku selalu kembali, tak peduli sejauh apa aku melangkah.

Terima kasih karena selalu menjadi Rumah bagi hatiku, Penyemangat saat dunia terasa berat, Partner terbaik dalam segala suka-duka dan Wanita yang selalu membuatku bangga menjadi suamimu.

Sembilan belas tahun berjalan bukan hanya angka…
Bagiku, itu adalah sebuah anugerah, sebuah perjuangan sebuah cinta yang makin membara dan sebuah janji bahwa kita masih punya ribuan hari indah di depan.

Aku mencintaimu sebagai pasangan, sebagai sahabat, terlebih lagi ibu dari anak-anak kita, dan perempuan yang membuatku ingin menjadi versi terbaik dari diriku sendiri setiap hari.

Terima kasih, sayangku…

Untuk setiap kesabaran yang tak terhitung, setiap dukungan yang tak pernah padam, setiap senyuman yang menghapus letih, dan setiap doa yang selalu kau layangkan untuk keluarga kita.

Happy Anniversary ke-19, sayangku..
Semoga cinta kita terus tumbuh dan Allah selalu menjaga hati kita tetap dalam satu tujuan saling membahagiakan sampai akhir usia, dengan cinta yang tak pernah usai.
Aku berjanji untuk terus mencintai, mengasihi dan melindungimu sampai akhir hayatku.

I love u very much

02 Desember 2006 – 2025

Pria yang senantiasa memujamu

Kemarin, hari ini dan selamanya..

Andry

 

Tukang Cat Perahu dan Lubang Kecil..

September 04, 2025 By: andry Category: motivasi, refleksi

Ada seorang pengusaha memiliki sebuah perahu yang sudah cukup tua dan warna catnya sudah kusam. Pada suatu kesempatan, pengusaha tersebut meminta seorang pemuda di desanya untuk mengecat perahu itu. Pemuda itu dengan senang hati menerima tawaran pekerjaan tersebut dan mulai mengecat seluruh bagian luar perahu sesuai permintaan pemilik perahu tersebut.

Saat sedang mengecat dengan teliti, pemuda itu melihat ada sebuah lubang kecil di bawah lambung perahu. Tanpa berpikir panjang dan tanpa diminta oleh pemilik perahu, sang pemuda berinisiatif menambal lubang kecil itu dengan dempul yang baik, lalu mengecatnya, serta memastikan lubang tersebut sudah kedap air.

Setelah selesai mengecat perahu tersebut, pemuda itu menerima upah sesuai perjanjian, lalu pulang ke rumah.

Beberapa hari kemudian, tidak disangka, si pemilik perahu datang ke rumah pemuda itu dengan ekspresi senang dan bahagia. Dia memanggil pemuda tersebut, lalu memberikan sejumlah uang yang jauh lebih besar dari upah awal yang sudah diterima sebelumnya.

Pemuda itu sempat bingung dan berkata, “Tuan, saya sudah menerima upah saya kemarin sesuai perjanjian. Boleh saya tahu uang ini buat apa?”

Pemilik perahu tersenyum dan menjelaskan, “Ini bukan upah untuk mengecat perahu, anak muda. Ini adalah bayaran karena kamu telah menambal lubang kecil di lambung perahu itu tanpa saya minta”

Pemuda itu bingung, “Tapi itu hanya hal kecil yang saya kerjaan menggunakan bahan yang ada di sekitar situ, Tuan.”

Pemilik perahu kemudian melanjutkan penjelasannya: “Saat saya meminta kamu mengecatnya, aku lupa memberitahumu tentang lubang itu. Setelah kamu selesai mengecatnya, sore itu anak-anakku pergi memancing dengan perahu itu tanpa sepengetahuanku. Setelah saya menyadari bahwa mereka berlayar menggunakan perahu yang bocor tersebut, saya sangat panik.

Bayangkan anak muda, jika kamu tidak berinisiatif menambal lubang tersebuit, mungkin anak-anakku tidak akan kembali dengan selamat. Terimakasih kamu telah menyelamatkan nyawa mereka, uang ini adalah bagian dari ucapan terimakasih saya.

Kisah tentang pemuda yang mengecat perahu dan lubang kecil  ini mengajarkan beberapa pelajaran hidup :

  1. Integritas dan Tanggung Jawab, bagaimana pemuda itu melakukan pekerjaan dengan teliti dan sepenuh hati, bukan hanya sekadar menyelesaikan tugas, tapi mau bekerja extramiles dengan memperbaiki masalah lain yang dia temukan, meskipun itu bukan bagian dari tugas utamanya.
  2. Melampaui Ekspektasi, bagaimana pemuda tersebut memberikan nilai lebih dari apa yang diminta, yang pada akhirnya membawa hasil yang luar biasa.
  3. Hal Kecil kadang memiliki konsekuensi besar, bagaiman menambal lubang yang terlihat sederhana dan mudah, ternyata memiliki konsekuensi yang sangat besar dan mampu menyelamatkan nyawa

 

Note : cerita diambil dari berbagai sumber.

Dua Serigala dalam Jiwa…

January 10, 2024 By: andry Category: Uncategorized

Seorang kakek bercerita kepada cucunya “selalu ada pertarungan sengit di dalam jiwa setiap manusia. Pertarungan yang mengerikan di antara 2 serigala. Serigala pertama adalah serigala yang baik, dan serigala kedua adalah serigala yang jahat.

*source : internet

Lalu cucunya bertanya : “Serigala mana yang akan menang, kek?”

Dengan lembut sang kakek menjawab : “Serigala yang engkau beri makan”.

Cerita tentang 2 serigala dalam jiwa ini adalah salah satu cerita terkenal yang cukup sering dijadikan sebagai cerita refleksi dan motivasi tentang sikap, sifat, kebiasaan dan karakter.

Refleksi yang bisa diambil secara sederhana bahwa pada dasarnya setiap manusia memiliki 2 sisi emosi. Satu sisi emosi positif “baik”, dan lainnya berkaitan dengan emosi negatif “jahat”. Keduanya akan terus saling bertarung dan akhirnya akan mempengaruhi keputusan dari tindakan manusia.

*source : internet

Sisi emosi negatif digambarkan dengan kemarahan, ketakutan, kebencian, iri, dengki, arogan, rasa bersalah, dan kesedihan. Sedangkan sisi emosi positif adalah cinta, kebahagian, empati, sukacita, harapan, dan kesetiaan.

Sesuai dengan pertanyaan dari sang cucu bahwa siapa yang akan memenangkan pertarungan, Jawabannya adalah sikap, sifat, kebiasaan dan karakter yang kita selalu beri ruang lebih untuk terus tumbuh dan berkembang dalam jiwa kita.

Jika kita cenderung berpikir dari sisi negatif dan mengeluarkan kata-kata kotor, maka hal tersebut akan menjadi kebiasaan, dan pada akhirnya menjelma menjadi karakter.

Sebaliknya, jika kita membiasakan diri berpikir positif, maka hal tertsebut akan menjadi kebiasaan dan menjadi karakter baik juga untuk kita.

Kitalah yang bisa memilih, serigala mana yang akan terus kita beri makan.

Cerita Seorang Anak dan 2 Apel.. #edisi berpikir positif#

October 14, 2023 By: andry Category: motivasi, refleksi

Alkisah, ada seorang ayah sedang berbincang-bincang santai dengan anaknya di sebuah taman.

Terlihat sang anak sedang memegang 2 buah apel, masing-masing 1 buah di tangan kanan dan tangan kirinya.

Sang anak berkata kepada ayahnya :”Ayah, ini aku punya 2 apel, 1 buah apelnya buat ayah ya”

Sang ayah sangat senang dan bangga sekali karena anaknya mempunyai sifat untuk mau berbagi.

Lalu sang anak menggigit apel yang ada ditangan kirinya. Sang ayah berpikir bahwa apel yang ditangan kanan pasti akan diberikan untuknya, namun dia kaget, ternyata sang anak juga menggigit apel yang ada ditangan kanannya, terlihat merasakan rasa apelnya, lalu baru memberikan apel dari tangan kirinya untuk ayahnya.

gambar diambil dari internet

       * source gambar :  internet

Sang ayah sangat kecewa dan merasa kesal sekali, langsung berpikir bahwa anaknya ternyata serakah dengan memberikan apel bekas gigitannya.

Namun sesaat ayahnya akan marah dan mengomel, sang anak berkata “Ayah, saya sudah mencoba rasa kedua apel ini, ternyata yang di tangan kiri saya rasanya lebih manis, makanya saya memberikan yang lebih manis ini untuk ayah”.

Sang ayah tertegun, lalu menyesali pikiran negatif yang tadi sempat muncul terhadap anaknya karena ternyata anaknya menggigit kedua apel itu untuk memilih mana yang terbaik buat ayahnya.

Apa yang dapat dipelajari dari cerita ini?

Seringkali kita lebih mengutamakan kesan dan pikiran negatif kita terhadap orang lain, bisa jadi orang lain sedang menyiapkan hal yang baik untuk kita.

Seringkali pikiran, mulut kita bahkan tangan kita lebih cepat dan kasar sampai kita tidak sempat mencerna dan memberikan kesempatan orang lain, bahkan keluarga kita untuk memberikan alasan jika mereka melakukan hal yang menurut kita salah.

Marilah kita belajar untuk selalu mendengar, mencerna dan memikirkan segala hal dari sisi yang positif terlebih dahulu untuk hidup yang lebih menyenangkan.

Surat untuk kekasihku (the 15th Wedding Anniversary)

December 02, 2021 By: andry Category: My Lovely Family, refleksi

Pulau Bunyu, 02 Desember 2021

Dear Bidadariku SHENNY ROMBE…
Sang wanita separuh jiwaku..

Senang sekali menyadari bahwa hari ini adalah ulang tahun pernikahan kita yang ke-15.
Puji syukur dan penghormatan yang paling tinggi kepada Tuhan Yesus Kristus atas penyertaan, kasih karunia dan berkat-Nya sampai detik ini yang begitu luar biasa buat kehidupan keluarga kita.
Sepanjang 15 tahun usia pernikahan ini adalah masa kehidupan rumah tangga yang luar biasa berisikan dengan cinta kasih yang begitu indah, terus meyakinkanku bahwa kita memang ditakdirkan bersama untuk saling melengkapi, saling menguatkan serta saling menyemangati.

Hati dan perasaanku dipenuhi begitu banyak rasa syukur dan kebahagiaan yang tak terkira, bahkan aku tidak bisa membayangkan mengarungi kehidupan ini tanpamu, cintaku.
Setiap hari yang kulewati masih tetap terasa istimewa seperti hari pertama aku bertemu dan jatuh cinta kepadamu, bahkan api cinta ini semakin membara.

Tiada kata yang ada di pikiran ku selain terimakasih atas segala cinta kasih yang telah engkau berikan padaku selama ini dan di momen indah selama 15 tahun ini, kembali aku memperbaharui janjiku bahwa selama nafasku masih berhembus, maka selama itu aku akan tetap menjagamu, mencintai dan mengasihi-mu, menghabiskan masa depanku, sampai maut memisahkan kita. Terima kasih telah merawatku, anak-anak dan orang tuaku dengan baik dan luar biasa, aku sangat menghargai semua ketulusan, cinta, kebaikan, dan dukungan yang kamu berikan untukku.

Aku teringat bahwa dulu sebelum menikah, aku berdoa agar Tuhan memberikan pendamping “yang baik” dan “mengerti” kondisiku, ternyata malah diberikan yang “terbaik” dan yang “paling mengerti” aku.
Kehadiran dan cintamu begitu menyempurnakan dan membahagiakan hidupku..

Kita doakan bersama semoga Tuhan Yesus Kristus senantiasa hadir dan menjadi pemimpin rumah tangga kita melalui firman-firmannya yang hidup.

1 Petrus 3 :1-2
3:1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,
3:2 jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.

1 Petrus 3 :7
3:7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Happy 15th Anniversary, Honey..

02 Desember 2006 – 2021

Pria yang senantiasa memujamu
Kemarin, hari ini dan selamanya..

Andry

Semua karena ayahku.. (sebuah pilihan)

November 28, 2021 By: andry Category: motivasi, refleksi

Romi dan Roni adalah kakak beradik yang umurnya terpaut hanya satu tahun. Mereka berdua dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sama.

Dengan berjalannya waktu, setelah mereka dewasa dan memiliki kehidupan masing-masing, Romi dan Roni memiliki jalan cerita hidup yang sangat berbeda.

Romi menjadi lelaki yang kasar, suka mabuk-mabukan dan suka berjudi. Hampir setiap hari Romi pulang ke rumah dalam kondisi tidak sadar dan mabok, tidak segan-segan memaki dan bahkan memukul istri dan anaknya. Sampai suatu hari Romi ditangkap karena kekerasan rumah tangga. Yang menarik, saat sudah ditangkap pun, Romi sama sekali tidak merasa bersalah. Saat ditanya mengapa dia suka bersikap kasar, mabok dan suka berjudi, dengan suara emosi dia selalu menjawab bahwa semua sikap dan perbuatannya itu bukan salahnya, tapi salah ayahnya. Romi selalu membela diri bahwa sejak dia kecil melihat kelakuan ayahnya suka berjudi, mabok dan kasar terhadap istri dan anak-anaknya.

”Perbuatan ayahku lah menjadi contoh buatku. SEMUA KARENA AYAHKU”, teriak Romi.

 

Sangat berbeda dengan jalan cerita hidup di Roni.

Roni tumbuh dewasa menjadi lelaki sukses yang sabar, baik dan sangat menyayangi keluarganya. Saat ditanyakan bagaimana rahasia kesuksesan bisnis dan rumah tangganya, Roni menjawab bahwa semua sikap dan perbuatannya itu karena ayahnya. Sejak kecil dia melihat kelakuan ayahnya suka berjudi, mabok dan kasar terhadap istri dan anak-anaknya.

”Hal itu sungguh menyakitkan buatku sehingga aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan pernah menjadi seperti ayahku. Lalu aku berjuang keras untuk keluar dari bayang-bayang ayahku, aku bekerja keras untuk dapat sukses dan membahagiakan keluargaku dan orang sekitarku. SEMUA KARENA AYAHKU”, kata Roni.

 

Romi dan Roni dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sama, yang membedakan cerita hidup mereka adalah PILIHAN.

Sama halnya seperti hidup kita, setiap hari kita punya banyak PILIHAN untuk menjalani hidup.

Setiap hari kita punya pilihan untuk bersemangat atau menganggap hidup sebagai rutinitas saja

Setiap hari kita punya pilihan untuk mengerjakan sekarang atau menunda

Setiap hari kita punya pilihan untuk melihat tantangan hidup sebagai sebuah hambatan yang melemahkan atau sebuah proses untuk mendewasakan.

Setiap saat kita gagal, kita punya pilihan untuk terpuruk dan menyerah atau bangkit dan berusaha kembali.

Dengan kekuatan dan karunia yang diberikan Tuhan tentunya kita tahu apa yang harus menjadi PILIHAN kita.

Situasi dan kondisi yang sama, tapi…

July 19, 2021 By: andry Category: motivasi, refleksi

Ada 2 orang remaja si A dan si B yang bersahabat baik.
Suatu hari mereka sedang mengobrol di depan rumah, perhatian mereka tertumpu pada salah satu peristiwa di rumah sebelah mereka.
Mereka melihat tetangga mereka si C sedang dikunjungi kakaknya si D dari kota.
Si D datang mengunjungi adiknya sambil membawa sebuah sepeda motor yang dihadiahkan untuk adiknya.
Si C terlihat sangat senang sekali dan sangat berterimakasih kepada kakaknya, dan si D berpesan semoga sepeda motor tersebut bermanfaat dan dapat membantu si C dalam menjalankan mata pencahariannya.
Si A dan si B sangat tersentuh dengan peristiwa itu dan kagum dengan kedekatan kedua kakak beradik tetangga mereka itu, dalam hati masing-masing berkomentar :
Si A : Beruntung sekali, seandainya sajaaa aku jadi si C, senang sekali mempunyai kakak si D yang sangat baik memberikan sepeda motor untukku
Si B : Baik sekali si D. Suatu saat aku akan melakukan hal yang sama seperti si D, dapat membahagiakan keluargaku dengan memberikan sesuatu yang bermanfaat buat mereka.

Situasi dan kondisi yang sama, namun beda persepsi dan yang dipelajari…

#Mentality

Mengapa kita gagal bersuka cita?

February 05, 2021 By: andry Category: motivasi, refleksi

Mengapa kita seringkali gagal bersuka cita?
Jawabannya adalah…
Karena kita seringkali menggantungkan sukacita kita kepada orang lain.
Saat orang lain melakukan hal yang tidak kita sukai atau tidak sesuai yang dengan yang kita harapkan, kita membawanya dalam pikiran negatif yang mendalam.
Orang lain itu bisa orang terdekat kita sendiri seperti orang tua, saudara, pasangan kita yang kita harapkan bisa mendukung kita..

Padahal di situ lah letak keSALAHannya..

Kita bertanggungjawab atas kebahagiaan dan sukacita kita sendiri!!!!
sekali lagi..
Kita bertanggungjawab atas kebahagiaan dan sukacita kita sendiri!!!!
Bukan orang lain !!!
Kitalah yang bisa menciptakan kebahagiaan kita sendiri melalui cara pandang dan pikiran poistif kita sendiri.

Surat untuk kekasihku (the 14th Wedding Anniversary)

December 02, 2020 By: andry Category: motivasi, my journey, My Lovely Family, refleksi

Pulau Bunyu, 02 Desember 2020

Dear Bidadariku SHENNY ROMBE…
Sang wanita separuh jiwaku..

Waktu terus berjalan..
Hari ini tepat 14 tahun kita menjalani bahtera rumah tangga, dengan segala kisah suka dan duka yang kita lalui bersama dengan banyak tawa dan airmata yang kita bagi berdua.
Kebersamaan dan rasa bahagia yang terukir inilah yang membuatku senantiasa mengucap syukur kepada Tuhan untuk anugerah terindah yang diberikan untukku, yaitu KAMU.

Memang kita tidak bisa selalu bersama karena tugas dan tanggungjwabku, namun setiap saat berkesempatan malam aku berbaring di sampingmu, aku berharap malam itu tidak pernah berlalu agar aku terus dapat dekat denganmu..
Memandangmu adalah momen indah dan berharga, yang memberikan kesejukan dan ketenangan di hatiku, yang mampu melepaskan segala lelahku.

Berjuta maaf kumohonkan kepadamu dalam banyak kelemahan dan keterbatasanku yang seringkali membuat hatimu kesal, gundah dan marah.
Dengan kondisi dan situasi seperti saat ini yang memang memaksa kita untuk sering tidak selalu bersama, sehingga pundakku pun tidak selalu tersedia untukmu ketika kamu bersedih ataupun menangis, namun kupastikan cintaku akan selalu ada untukmu

Aku tahu bahwa bukanlah pria sempurna, namun dengan segenap hatiku aku akan berusaha menjadi pria yang selalu berusaha menjagamu, “Aku mencintaimu karena Tuhan Allah begitu mengasihiku dengan menjadikanmu pendamping hidupku dan menjadi ibu dari anak-anak ku”, serta kepada Tuhan juga senantiasa aku berdoa agar diberikan kekuatan untuk selalu menjadi suami yang baik dan dapat diandalkan untukmu.

Semoga Tuhan Yesus senantiasa hadir dan menjadi pemimpin rumah tangga kita yang ajaib melalui firman-firmannya yang hidup.

Markus 10:6-9
Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Happy the 14th Wedding Anniversary, Sayangku…
02 Desember 2006 – 2020

Dari pria yang selalu memuja dan senantiasa tergila gila tentang mu,
Kemarin, hari ini dan selamanya..

Andry