warna warni kehidupan

hidup itu indah adanya
Subscribe

Rusa Muda dan Daun Merah (Fokus pada yang cinta dan kebaikan..)

May 06, 2026 By: andry Category: motivasi, refleksi

Di sebuah hutan yang hijau dan tenang, hiduplah seekor rusa muda bernama Raka.

Suatu hari, di perjalanannya, ia melihat sehelai daun merah jatuh dari pohon.

“Indah sekali daun merah ini… baru kali ini aku melihatnya,” pikirnya sambil berlalu.

Malam harinya, Raka kembali teringat kejadian saat dia menemukan daun merah, membayangkan keindahan daun merah tersebut dan meniatkan diri bahwa besok paginya dia akan melewati jalan tersebut.

Keesokan harinya, Raka sengaja melalui jalan tersebut dan kaget, “Loh, kok banyak sekali daun merah?”

Ia melihat dan menghitung satu… dua… tiga.. bahkan puluhan daun merah di berbagai sudut hutan.

Raka pun berlari ke teman-temannya.

“Teman-teman! Lihat.. hutan kita berubah! Sekarang penuh daun merah!”

Kiko sang kelinci menggeleng sampai berkata:

“Ah tidak, dari dulu juga begitu, Raka.”

Bima sang burung pun tersenyum dan berkata “Daun itu memang sudah lama ada, Raka… hanya saja kamu baru memperhatikannya.”

 

Raka terdiam sejenak dan mulai berpikir dan merenung…

Ternyata bukan hutan yang berubah, tetapi cara ia melihat hutan.

Sejak ia tertarik pada daun merah, ia mulai melihatnya di mana-mana.

Sejak saat itu Raka mulai mengerti bahwa:

Ketika ia fokus pada hal yang indah, maka hutan terasa lebih indah

Ketika ia fokus pada masalah, maka hutan terasa menakutkan

Ketika ia fokus pada tujuan, langkahnya menjadi lebih pasti

 

Dari Cerita tersebut, jika kita renungkan juga seringkali mirip dengan refleksi kehidupan kita.

“Dunia tidak selalu berubah, tetapi apa yang kita perhatikan akan menentukan bagaimana kita melihat dunia.”

Secara psikologi, ini berkaitan dengan:

  • Selective Attention (perhatian selektif)
  • Reticular Activating System (RAS) di otak, yaitu sistem yang membantu otak menyaring informasi penting sesuai fokus kita.

Contoh dasar yang sangat lekat dengan psikologi ini adalah jika kita membenci seseorang, kecenderungannya sebaik dan sebenar apapun yang dilakukan akan tertutupi oleh kesalahan kecil yang dilakukannya dan kita cenderung untuk curiga dan berpikir negatif.

Sebaliknya jika kita mencintai seseorang misalkan pasangan atau anak kita, kita cenderung untuk mengabaikan kesalahannya bahkan yang terjadi adalah pembenaran-pembenaran karena kita akan fokus pada kebaikan yang dilakukannnya.

Hal inilah yang dapat menjelaskan bahwa:

  • Apa yang kita fokuskan akan lebih sering terlihat.
  • Pikiran memengaruhi persepsi.
  • Fokus positif menghasilkan energi positif.
  • Fokus pada masalah membuat kita melihat lebih banyak masalah.
  • Fokus pada peluang membuat kita lebih mudah menemukan peluang.

Dengan cerita dan renungan ini, semoga kita senantiasa menjadi orang yang selalu fokus pada kebaikan dan cinta kasih. Amiiin.

Tukang Cat Perahu dan Lubang Kecil..

September 04, 2025 By: andry Category: motivasi, refleksi

Ada seorang pengusaha memiliki sebuah perahu yang sudah cukup tua dan warna catnya sudah kusam. Pada suatu kesempatan, pengusaha tersebut meminta seorang pemuda di desanya untuk mengecat perahu itu. Pemuda itu dengan senang hati menerima tawaran pekerjaan tersebut dan mulai mengecat seluruh bagian luar perahu sesuai permintaan pemilik perahu tersebut.

Saat sedang mengecat dengan teliti, pemuda itu melihat ada sebuah lubang kecil di bawah lambung perahu. Tanpa berpikir panjang dan tanpa diminta oleh pemilik perahu, sang pemuda berinisiatif menambal lubang kecil itu dengan dempul yang baik, lalu mengecatnya, serta memastikan lubang tersebut sudah kedap air.

Setelah selesai mengecat perahu tersebut, pemuda itu menerima upah sesuai perjanjian, lalu pulang ke rumah.

Beberapa hari kemudian, tidak disangka, si pemilik perahu datang ke rumah pemuda itu dengan ekspresi senang dan bahagia. Dia memanggil pemuda tersebut, lalu memberikan sejumlah uang yang jauh lebih besar dari upah awal yang sudah diterima sebelumnya.

Pemuda itu sempat bingung dan berkata, “Tuan, saya sudah menerima upah saya kemarin sesuai perjanjian. Boleh saya tahu uang ini buat apa?”

Pemilik perahu tersenyum dan menjelaskan, “Ini bukan upah untuk mengecat perahu, anak muda. Ini adalah bayaran karena kamu telah menambal lubang kecil di lambung perahu itu tanpa saya minta”

Pemuda itu bingung, “Tapi itu hanya hal kecil yang saya kerjaan menggunakan bahan yang ada di sekitar situ, Tuan.”

Pemilik perahu kemudian melanjutkan penjelasannya: “Saat saya meminta kamu mengecatnya, aku lupa memberitahumu tentang lubang itu. Setelah kamu selesai mengecatnya, sore itu anak-anakku pergi memancing dengan perahu itu tanpa sepengetahuanku. Setelah saya menyadari bahwa mereka berlayar menggunakan perahu yang bocor tersebut, saya sangat panik.

Bayangkan anak muda, jika kamu tidak berinisiatif menambal lubang tersebuit, mungkin anak-anakku tidak akan kembali dengan selamat. Terimakasih kamu telah menyelamatkan nyawa mereka, uang ini adalah bagian dari ucapan terimakasih saya.

Kisah tentang pemuda yang mengecat perahu dan lubang kecil  ini mengajarkan beberapa pelajaran hidup :

  1. Integritas dan Tanggung Jawab, bagaimana pemuda itu melakukan pekerjaan dengan teliti dan sepenuh hati, bukan hanya sekadar menyelesaikan tugas, tapi mau bekerja extramiles dengan memperbaiki masalah lain yang dia temukan, meskipun itu bukan bagian dari tugas utamanya.
  2. Melampaui Ekspektasi, bagaimana pemuda tersebut memberikan nilai lebih dari apa yang diminta, yang pada akhirnya membawa hasil yang luar biasa.
  3. Hal Kecil kadang memiliki konsekuensi besar, bagaiman menambal lubang yang terlihat sederhana dan mudah, ternyata memiliki konsekuensi yang sangat besar dan mampu menyelamatkan nyawa

 

Note : cerita diambil dari berbagai sumber.

Jangan Gantungkan Sukacita Kita kepada Orang Lain..

April 23, 2024 By: andry Category: motivasi, refleksi

Ada seorang teman curhat kepada saya :
Ndry, saya kok perasaan dirundung masalaaaah terus gak habis-habis.. keluargaku seperti ini, keuanganku seperti ini, teman2ku seperti ini, gak ada orang yang mengerti aku, gak ada orang yang mau nolong aku, bos ku seperti ini, anak buahku gak ada yang beres, bla-bla, bla… kok rasanya hidupku gak ada mulus2nya sama sekali”.

Pernyataan tersebut menjadi refleksi buat saya sendiri…

Seringkali permasalahan utama manusia adalah menggantungkan sukacita nya kepada manusia lain dan lingkungannya. Padahal dari dulu jaman SD sudah diajari bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak sempurna, makhluk egois, makhluk yang tidak pernah lepas dari kesalahan – kesalahan karena keterbatasan sebagai insan yang berdosa.

Saat suami atau istri atau pasangan atau orang tua atau sahabat bahkan anak2 kita melakukan hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita, maka kita mulai merasa kecewa dan merasa menjadi orang yang paling menderita di dunia. Kalau saja kita mau jujur, betapa seringnya kita menuntut orang lain menjadi seperti yang kita inginkan melalui kacamata persepsi kita.
Lebih parah lagi, bahkan untuk beberapa orang, dengan kondisi seperti ini, mulai curhat bahkan mengumbar cacian dan kata-kata yang kurang pantas di media social sehingga menjadi bahan pergunjingan.
Percayalah mengeluh di media sosial tidak akan membuat kita bebas dari tekanan, tetapi membangun persepsi negatif orang lain kepada kita.
Sekali dua kali mungkin orang akan menaruh iba dan menunjukan empatinya, tetapi kalau kita terlalu sering mengeluh dan mengumpat dengan kata-kata kasar, perlahan-lahan orang akan merasa malas menanggapinya.

Sekali lagi bahwa “no body’s perfect”.
Jangan biarkan mood atau sukacita kita tergantung dengan orang lain tapi yakinlah bahwa setiap hal yang kita alami adalah sebuah proses pendewasaan.

Satu-satunya tempat kita bergantung adalah iman kita terhadap Tuhan Sang Maha
Kita mungkin tidak akan mampu memahami jalan-Nya, tetapi percayalah bahwa Tuhan punya cara-Nya sendiri dan jalan-Nya tidak akan pernah salah.. Kita hanya perlu percaya..

Dua Serigala dalam Jiwa…

January 10, 2024 By: andry Category: Uncategorized

Seorang kakek bercerita kepada cucunya “selalu ada pertarungan sengit di dalam jiwa setiap manusia. Pertarungan yang mengerikan di antara 2 serigala. Serigala pertama adalah serigala yang baik, dan serigala kedua adalah serigala yang jahat.

*source : internet

Lalu cucunya bertanya : “Serigala mana yang akan menang, kek?”

Dengan lembut sang kakek menjawab : “Serigala yang engkau beri makan”.

Cerita tentang 2 serigala dalam jiwa ini adalah salah satu cerita terkenal yang cukup sering dijadikan sebagai cerita refleksi dan motivasi tentang sikap, sifat, kebiasaan dan karakter.

Refleksi yang bisa diambil secara sederhana bahwa pada dasarnya setiap manusia memiliki 2 sisi emosi. Satu sisi emosi positif “baik”, dan lainnya berkaitan dengan emosi negatif “jahat”. Keduanya akan terus saling bertarung dan akhirnya akan mempengaruhi keputusan dari tindakan manusia.

*source : internet

Sisi emosi negatif digambarkan dengan kemarahan, ketakutan, kebencian, iri, dengki, arogan, rasa bersalah, dan kesedihan. Sedangkan sisi emosi positif adalah cinta, kebahagian, empati, sukacita, harapan, dan kesetiaan.

Sesuai dengan pertanyaan dari sang cucu bahwa siapa yang akan memenangkan pertarungan, Jawabannya adalah sikap, sifat, kebiasaan dan karakter yang kita selalu beri ruang lebih untuk terus tumbuh dan berkembang dalam jiwa kita.

Jika kita cenderung berpikir dari sisi negatif dan mengeluarkan kata-kata kotor, maka hal tersebut akan menjadi kebiasaan, dan pada akhirnya menjelma menjadi karakter.

Sebaliknya, jika kita membiasakan diri berpikir positif, maka hal tertsebut akan menjadi kebiasaan dan menjadi karakter baik juga untuk kita.

Kitalah yang bisa memilih, serigala mana yang akan terus kita beri makan.

Surat untuk kekasihku (the 17th Wedding Anniversary)

December 02, 2023 By: andry Category: refleksi

Tangerang, 02 Desember 2023

Dear Bidadariku SHENNY ROMBE…

Sang wanita separuh jiwaku..

 

SANGATLAH TERAMAT BAHAGIA…

adalah rasa yang muncul pertama kali pagi ini saat aku membuka mataku dan melihatmu di sampingku, karena tanggal hari ini selalu kuanggap spesial dan sakral setiap tahunnya. Tanggal ini adalah bercerita tentang KITA, tentang refleksi waktu kita berjuang bersama dalam CINTA, tentang waktu aku diingatkan kembali bahwa kamu adalah ANUGERAH terindah dalam hidupku, dan tentang TUHAN YESUS yang selalu setia menjaga dan menyayangiku lewat HADIR-mu dalam hidupku.

Happy Wedding Anniversary ke-17, sayangku

Aku dan kamu telah melalui banyak hal dan tumbuh bersama untuk saling menguatkan dalam pernikahan. Kita belajar untuk jadi orang yang lebih kuat, lebih bijak, dan percaya satu sama lain.

Terimakasih sudah menjadi pasangan hidupkuku, menjadi tempat bersandar ketika gundah menghampiriku, menjadi matahariku ketika hariku kelam dan bingung untuk melangkah. Senyum dan ceriamu senantiasa menjadi inspirasiku untuk selalu bisa bangkit kembali di saat jatuh dan menghadapi kelelahan.

Shenny Rombe, pelangi dan warna warni hidupku..

Tiada kata yang ada dipikiranku selain rasa terimakasih atas segala cinta dan dukungan yang kau berikan padaku selama ini.

Waktu ke depan masih panjang dan penuh misteri. Mari kita lanjutkan perjalanan cinta kita, teruslah menua bersamaku dalam pelukan kasih Tuhan.

 

 

Hari ini, kembali aku memperbaharui lagi Janji-ku untuk menjalankan sisa hidupku bersama-Mu, selama nafasku masih berhembus maka selama itu aku akan tetap setia mencintai-mu dan mengasihi-mu. Doaku selalu semoga Tuhan senantiasa hadir dan menjadi pemimpin rumah tangga kita melalui firman-firmannya yang hidup.

  Amsal 31:10-11

“Istri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan”

 

Jalan-jalan sore melewati Telaga Patra

Telaga yang indah di Pulau Bunyu

Selama nafas ku masih ada

Aku berjanji untuk terus mencintaimu

 

02 Desember 2006 – 2023

Pria yang senantiasa memujamu

Kemarin, hari ini dan selamanya..

 

Andry

Cerita Seorang Anak dan 2 Apel.. #edisi berpikir positif#

October 14, 2023 By: andry Category: motivasi, refleksi

Alkisah, ada seorang ayah sedang berbincang-bincang santai dengan anaknya di sebuah taman.

Terlihat sang anak sedang memegang 2 buah apel, masing-masing 1 buah di tangan kanan dan tangan kirinya.

Sang anak berkata kepada ayahnya :”Ayah, ini aku punya 2 apel, 1 buah apelnya buat ayah ya”

Sang ayah sangat senang dan bangga sekali karena anaknya mempunyai sifat untuk mau berbagi.

Lalu sang anak menggigit apel yang ada ditangan kirinya. Sang ayah berpikir bahwa apel yang ditangan kanan pasti akan diberikan untuknya, namun dia kaget, ternyata sang anak juga menggigit apel yang ada ditangan kanannya, terlihat merasakan rasa apelnya, lalu baru memberikan apel dari tangan kirinya untuk ayahnya.

gambar diambil dari internet

       * source gambar :  internet

Sang ayah sangat kecewa dan merasa kesal sekali, langsung berpikir bahwa anaknya ternyata serakah dengan memberikan apel bekas gigitannya.

Namun sesaat ayahnya akan marah dan mengomel, sang anak berkata “Ayah, saya sudah mencoba rasa kedua apel ini, ternyata yang di tangan kiri saya rasanya lebih manis, makanya saya memberikan yang lebih manis ini untuk ayah”.

Sang ayah tertegun, lalu menyesali pikiran negatif yang tadi sempat muncul terhadap anaknya karena ternyata anaknya menggigit kedua apel itu untuk memilih mana yang terbaik buat ayahnya.

Apa yang dapat dipelajari dari cerita ini?

Seringkali kita lebih mengutamakan kesan dan pikiran negatif kita terhadap orang lain, bisa jadi orang lain sedang menyiapkan hal yang baik untuk kita.

Seringkali pikiran, mulut kita bahkan tangan kita lebih cepat dan kasar sampai kita tidak sempat mencerna dan memberikan kesempatan orang lain, bahkan keluarga kita untuk memberikan alasan jika mereka melakukan hal yang menurut kita salah.

Marilah kita belajar untuk selalu mendengar, mencerna dan memikirkan segala hal dari sisi yang positif terlebih dahulu untuk hidup yang lebih menyenangkan.

Jadikan BAHAGIA itu GAYA HIDUP.. #edisi berpikir positif#

June 06, 2023 By: andry Category: motivasi, refleksi

PIKIRAN adalah karunia TUHAN yang luar biasa, dan hebatnya kita sebagai manusia memiliki kebebasan bagaimana mengisi ruang PIKIRAN tersebut.
Permasalahannya adalah manusia seringkali mengisinya dengan hal-hal yang NEGATIF, misalkan saat ada orang lain melakukan hal yang tidak kita sukai seperti mengkritik kita atau menjatuhkan kita atau berbeda pendapat dengan kita, hal umum yang pertama kali yang masuk dalam PIKIRAN kita adalah PIKIRAN NEGATIF terhadap orang tersebut.

Padahal kalau kita renungkan..
PIKIRAN NEGATIF terhadap orang lain TIDAK AKAN pernah bisa memperbaiki ataupun menyadarkan orang lain tersebut.
Saat kita bereaksi negatif maka berpotensi untuk membuat kondisi dan situasi semakin panas, dan jika dibiarkan berlanjut, PIKIRAN NEGATIF itu akan menghantui dan mengganggu kita sendiri sedangkan orang lain yang kita pikirkan tersebut akan terbahak2 saat tau kita tidak tenang dan terganggu dengan situasi tersebut.
Lebih ekstrem lagi, tanpa kita sadari, kadang kadang orang tua, istri, anak, keluarga, atau orang lain di sekitar kita yang tidak tahu-menahu kondisi ini menjadi korban amarah atau kekesalan kita. Aneh kan????

Dengan kata lain, PIKIRAN NEGATIF yang kita ciptakan ini hanya akan membuat kita terjebak dan kalah..
SITUASI dan PIKIRAN NEGATIF itu menggerogoti diri kita sendiri.

Sebaliknya..
kalau kita mengisi PIKIRAN kita dengan KASIH seperti yang dikehendaki TUHAN, percayalah tidak akan ada situasi yang bisa merenggut SUKACITA kita.
Belajarlah untuk mendoakan dan mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Dengan pikiran yang jernih seperti ini, kita pasti lebih bisa memikirkan jalan keluar untuk memecahkan persoalan dan belajar dari pengalaman.
Pikirkanlah bahwa kemungkinan dalam situasi yang sama, jika kita adalah orang tersebut, mungkin kita akan melakukan yang sama.
Ber-SYUKUR-lah bahwa karena dengan adanya kritikan, perbedaan pendapat dan sandungan-sandungan kecil dalam hidup itulah yang menjadikan kita semakin DEWASA.

Jangan biarkan SUKACITA kita tergantung dan direnggut oleh orang lain ataupun situasi lingkungan kita.

Mulailah membiasakan diri untuk selalu BERPIKIR POSITIF terhadap orang lain, maka dengan sendirinya BAHAGIA bukan lagi menjadi TUJUAN tapi menjadi GAYA HIDUP kita.

Surat untuk kekasihku (the 16th Wedding Anniversary)

December 02, 2022 By: andry Category: motivasi, refleksi

Tarakan, 02 Desember 2022

Dear Bidadariku SHENNY ROMBE…

Sang wanita separuh jiwaku..

Happy Wedding Anniversary ke-16 ya, cinta..

Di hari yang spesial kita ini, kembali aku diingatkan kembali bahwa Tuhan Yesus begitu setia menjaga dan menyayangiku melalui kehadiran dirimu dalam hidupku. Mohon maaf di hari yang bahagia ini, aku tidak bisa ada di sampingmu secara fisik karena terpisah jarak yang jauh, namun percayalah bahwa hati dan jiwaku selalu ada didekatmu.

Waktu yang kita jalani selama 16 tahun adalah waktu yang sangat – sangat kunikmati detik demi detiknya, di mana setiap saat dari awal kita mengikat janji sampai saat ini, engkau masih tetap mampu membuatku merasa selalu spesial dan merasa menjadi pria yang paling bahagia di jagat raya ini.

Bagaimana setiap hari engkau membantuku untuk melukis dan mengukir cinta yang selalu menyemangatiku dalam menjalani tantangan dan masalah dalam hidupku. Terimakasih sudah menjadi pribadi yang senantiasa menguatkan dan mengingatkanku atas indahnya dunia, sudah menjadi tempatku bersandar saat kelelahan menerpaku.

Tiada kata yang ada dipikiran ku selain rasa terimakasih atas segala cinta dan dukungan yang kau berikan padaku.

Shenny Rombe, matahari dan warna warni hidupku.. 

Tetap kuat, jangan pernah bosan dan lelah dalam menemaniku ya, sayang.. Bersama kita jalani lautan kehidupan dengan cinta yang sempurna

Hari ini aku kembali memperbaharui lagi Janji-ku untuk menjalankan sisa hidupku bersama-Mu, selama nafasku masih berhembus maka selama itu aku akan tetap setia mencintai-mu dan mengasihi-mu. Doaku selalu semoga Tuhan Yesus Kristus senantiasa hadir dan menjadi pemimpin rumah tangga kita melalui firman-firmannya yang hidup.

1 Korintus 7:3-4

Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.

02 Desember 2006 – 2022

Pria yang senantiasa memujamu

Kemarin, hari ini dan selamanya..

Andry

Semestinya kebaikan itu menyatu dalam diri kita…

March 02, 2022 By: andry Category: motivasi, refleksi

Biasakan diri berbuat baik sampai kita tak menyadari bahwa kita sedang melakukan kebaikan karena memang seharusnya kita tidak perlu merasa baik.
Di saat kita sudah merasa menjadi orang paling baik, berarti kebaikan itu sudah bertransformasi menjadi wujud lain yang disebut kesombongan.
Semestinya kebaikan itu menyatu dalam diri kita

Surat untuk kekasihku (the 15th Wedding Anniversary)

December 02, 2021 By: andry Category: My Lovely Family, refleksi

Pulau Bunyu, 02 Desember 2021

Dear Bidadariku SHENNY ROMBE…
Sang wanita separuh jiwaku..

Senang sekali menyadari bahwa hari ini adalah ulang tahun pernikahan kita yang ke-15.
Puji syukur dan penghormatan yang paling tinggi kepada Tuhan Yesus Kristus atas penyertaan, kasih karunia dan berkat-Nya sampai detik ini yang begitu luar biasa buat kehidupan keluarga kita.
Sepanjang 15 tahun usia pernikahan ini adalah masa kehidupan rumah tangga yang luar biasa berisikan dengan cinta kasih yang begitu indah, terus meyakinkanku bahwa kita memang ditakdirkan bersama untuk saling melengkapi, saling menguatkan serta saling menyemangati.

Hati dan perasaanku dipenuhi begitu banyak rasa syukur dan kebahagiaan yang tak terkira, bahkan aku tidak bisa membayangkan mengarungi kehidupan ini tanpamu, cintaku.
Setiap hari yang kulewati masih tetap terasa istimewa seperti hari pertama aku bertemu dan jatuh cinta kepadamu, bahkan api cinta ini semakin membara.

Tiada kata yang ada di pikiran ku selain terimakasih atas segala cinta kasih yang telah engkau berikan padaku selama ini dan di momen indah selama 15 tahun ini, kembali aku memperbaharui janjiku bahwa selama nafasku masih berhembus, maka selama itu aku akan tetap menjagamu, mencintai dan mengasihi-mu, menghabiskan masa depanku, sampai maut memisahkan kita. Terima kasih telah merawatku, anak-anak dan orang tuaku dengan baik dan luar biasa, aku sangat menghargai semua ketulusan, cinta, kebaikan, dan dukungan yang kamu berikan untukku.

Aku teringat bahwa dulu sebelum menikah, aku berdoa agar Tuhan memberikan pendamping “yang baik” dan “mengerti” kondisiku, ternyata malah diberikan yang “terbaik” dan yang “paling mengerti” aku.
Kehadiran dan cintamu begitu menyempurnakan dan membahagiakan hidupku..

Kita doakan bersama semoga Tuhan Yesus Kristus senantiasa hadir dan menjadi pemimpin rumah tangga kita melalui firman-firmannya yang hidup.

1 Petrus 3 :1-2
3:1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,
3:2 jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.

1 Petrus 3 :7
3:7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Happy 15th Anniversary, Honey..

02 Desember 2006 – 2021

Pria yang senantiasa memujamu
Kemarin, hari ini dan selamanya..

Andry