Menyiapkan hati…
Kita tidak pernah bisa mengatur APA YANG AKAN TERJADI hari ini, tetapi kita bisa menyiapkan HATI dan MENTAL untuk menjalaninya..
Kita tidak pernah bisa mengatur APA YANG AKAN TERJADI hari ini, tetapi kita bisa menyiapkan HATI dan MENTAL untuk menjalaninya..
Semua INSAN memiliki KEBUTUHAN yang sama yaitu “di-MENGERTI”, permasalahan muncul karena sebagian besar INSAN memiliki KEBIASAAN yang sama juga yaitu “GAK MAU MENGERTI”.
Jadi, kenapa kita harus memusingkan orang lain??
Tetap FOKUS dengan HAL-HAL BAIK yang kita kerjakan.
Hampir dipastikan bahwa kita tidak bisa MEMUASKAN semua pihak..
Karena MANUSIA tercipta sebagai MAKHLUK SOSIAL dengan CARA PANDANG yang berbeda…
Orang yang BAHAGIA adalah orang yang MEMILIH untuk senantiasa berusaha melihat DUNIA dari SISI ke-INDAH-an dan ke-BAIK-annya. Dia tidak mudah terpengaruh dengan KEADAAN dan tidak akan menyalahkan SITUASI maupun ORANG LAIN. Dia akan MEMILIH melakukan apa yang ter-BAIK yang bisa di-LAKUKAN-nya…
Terkadang pertolongan kita terhadap seseorang terlihat sia-sia, tapi yakin dan percaya bahwa tidak demikian di mata Allah..
Tidak ada ALASAN untuk hidup dan tenggelam dalam KEKECEWAAN terus menerus.. NGGAK masalah seberapa seringnya kita terjatuh, yang ter-PENTING adalah KEPUTUSAN untuk BANGKIT kembali dan terus semakin GIGIH dan ber-GAIRAH dalam pencapaian TUJUAN KITA..
Khotbah pendeta minggu ini berkaitan dengan Filter untuk menyampaikan berita kepada orang lain.
Si Pendeta mengambil cerita sederhana dari seorang Filsuf terkenal Socrates, yang kebetulan cerita ini juga sempat saya dapatkan juga dari teman saya melalui BBM. Saya coba mensharingkan kembali cerita yang sangat luar biasa ini, yang saya yakin sangat bermanfaat untuk kita membangun pergaulan positif dalam kehidupan sehari-hari kita :
Di Yunani kuno, Socrates terkenal memiliki pengetahuan yang tinggi dan sangat terhormat.
Suatu hari seorang kenalannya bertemu dengan filsuf besar itu dan berkata, “Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang teman Anda?”
“Tunggu sebentar,” Socrates menjawab.
“Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan memberikan suatu test sederhana yang disebut Triple Filter Test.
Filter petama adalah “KEBENARAN”.
“Apakah Anda yakin bahwa apa yang akan Anda katakan pada saya itu benar?”
“Tidak,” jawab orang itu, “Sebenarnya saya HANYA MENDENGAR tentang itu.”
“Baik,” kata Socrates. “Jadi Anda tidak yakin itu benar. Baiklah sekarang saya berikan filter yang kedua.
Filter ke 2, “KEBAIKAN”.
Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang baik?”
“Tidak, malah sebaliknya…”
“Jadi,” Socrates melanjutkan, “Anda akan menceritakan sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi Anda dan anda tidak yakin apakah itu benar.
Anda masih memiliki satu kesempatan lagi, masih ada satu filter lagi, yaitu filter ke 3.
Filter ke 3, “KEGUNAAN”.
Apakah yang akan Anda katakan pada saya tentang teman saya itu berguna bagi saya?”
“Tidak, sama sekali tidak.”
“Jadi,” Socrates menyimpulkannya, “bila Anda ingin menceritakan sesuatu yang belum tentu benar, bukan tentang kebaikan,dan bahkan tidak berguna, mengapa Anda harus menceritakan itu kepada saya?”
Sahabatku, gunakan triple filter test setiap kali kita mendengar/menyampaikan sesuatu tentang kawan kita.
Jika bukan KEBENARAN, bukan KEBAIKAN, dan tidak ada KEGUNAAN positif, tidak perlu kita terima atau kita sampaikan.
Dan apabila kita terlanjur mendengarnya, jangan sampaikan pada orang lain, dan jangan menyakiti hati orang lain…
Salah satu seni pergaulan positif adalah senantiasa melihat sisi positif orang lain, hindari gosip yang tidak baik.
WAKTU terus berjalan dan TIDAK AKAN ada KESEMPATAN untuk kembali ke WAKTU yang sama.. berusahalah untuk selalu ber-BUAT yang ter-BAIK setiap saat.. Yang terpenting lagi, kita tidak pernah tau berapa SISA WAKTU kita. Jangan isi SISA WAKTU ini dengan hal-hal yang sia-sia.. Berusahalah untuk membahagiakan orang tua, keluarga dan sesama selagi kita bisa, karena HIDUP bukan sekedar mementingkan kata AKU, AKU dan AKU #if-tomorrow-never-comes#
Jakarta, 02 Desember 2015
Dear Cintaku SHENNY ROMBE….
Tak habis habisnya syukur, hormat dan puji-pujian kita panjatkan ke hadirat Tuhan Allah karena berkat dan karunia-NYA yang tidak berkesudahan dan anugerah-Nya yang selalu baru setiap hari.
Hari ini hari yang spesial yang diberikan Tuhan, di mana kita memiliki kesempatan melalui 9 tahun kebersamaan kita dalam kehidupan rumah tangga yang begitu luar biasa.
Terimakasih karena engkau senantiasa telah memberikan warna-warni keindahan dalam hidupku, telah berusaha memahami semua kondisi yang ada bukan hanya di saat yang mudah, namun disaat yang berat sekalipun buat kita.
Di saat aku lelah dan lemah engkau senantiasa menguatkan dan mendukungku. Canda dan tawamu selalu mampu membuat hatiku berbunga-bunga dan semakin jatuh cinta padamu setiap hari
Engkau adalah matahariku..
Engkau adalah bidadariku..
Engkau adalah pemilik hatiku..
Hadirmu menyempurnakanku..
Terimakasih untuk semua yang telah engkau berikan untukku, Sayangku…
JANJI-ku, selama nafasku masih berhembus maka selama itu aku akan tetap mencintai-mu dan mengasihi-mu.
Aku tidak mungkin menjanjikan kesempurnaan untukmu, tapi dalam ketidaksempurnaan ini aku kan selalu berusaha untuk menjadi lelaki-mu yang setia dan selalu ada untukmu dan memelukmu dalam suka dan dukamu
sebagai penutup surat ini, biarlah Firman Tuhan ini bisa senantiasa menjadi renungan kita dalam kehidupan sehari-hari kita :
Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya….. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya, (1 Petrus 3:1,5)
Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang (1 Petrus 3:7)
I LOVE U VERY MUCH, HONEY
Semoga Tuhan selalu memberkati dan selalu menjaga rumah tangga kita sampai akhir.
Happy 9th Anniversary, Sayangku…
02 Desember 2006 – 2015
Pria yang tak habis-habisnya memuja dan senantiasa tergila gila tentang mu,
Andry
Kita memiliki kebebasan penuh untuk memilih 2 cara pandang dalam menjalani hari ini yaitu men-SYUKURI apa yang kita punyai atau sebaliknya sibuk MENYESALI apa yang tidak kita punyai..
Jadilah pribadi yang selalu bersyukur dalam segala hal, nikmati lah setiap detik dan moment yang kita jalani karena belum tentu ada hari esok #if-tomorrow-never-comes#