warna warni kehidupan

hidup itu indah adanya
Subscribe

Semua karena ayahku.. (sebuah pilihan)

November 28, 2021 By: andry Category: motivasi, refleksi

Romi dan Roni adalah kakak beradik yang umurnya terpaut hanya satu tahun. Mereka berdua dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sama.

Dengan berjalannya waktu, setelah mereka dewasa dan memiliki kehidupan masing-masing, Romi dan Roni memiliki jalan cerita hidup yang sangat berbeda.

Romi menjadi lelaki yang kasar, suka mabuk-mabukan dan suka berjudi. Hampir setiap hari Romi pulang ke rumah dalam kondisi tidak sadar dan mabok, tidak segan-segan memaki dan bahkan memukul istri dan anaknya. Sampai suatu hari Romi ditangkap karena kekerasan rumah tangga. Yang menarik, saat sudah ditangkap pun, Romi sama sekali tidak merasa bersalah. Saat ditanya mengapa dia suka bersikap kasar, mabok dan suka berjudi, dengan suara emosi dia selalu menjawab bahwa semua sikap dan perbuatannya itu bukan salahnya, tapi salah ayahnya. Romi selalu membela diri bahwa sejak dia kecil melihat kelakuan ayahnya suka berjudi, mabok dan kasar terhadap istri dan anak-anaknya.

”Perbuatan ayahku lah menjadi contoh buatku. SEMUA KARENA AYAHKU”, teriak Romi.

 

Sangat berbeda dengan jalan cerita hidup di Roni.

Roni tumbuh dewasa menjadi lelaki sukses yang sabar, baik dan sangat menyayangi keluarganya. Saat ditanyakan bagaimana rahasia kesuksesan bisnis dan rumah tangganya, Roni menjawab bahwa semua sikap dan perbuatannya itu karena ayahnya. Sejak kecil dia melihat kelakuan ayahnya suka berjudi, mabok dan kasar terhadap istri dan anak-anaknya.

”Hal itu sungguh menyakitkan buatku sehingga aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan pernah menjadi seperti ayahku. Lalu aku berjuang keras untuk keluar dari bayang-bayang ayahku, aku bekerja keras untuk dapat sukses dan membahagiakan keluargaku dan orang sekitarku. SEMUA KARENA AYAHKU”, kata Roni.

 

Romi dan Roni dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sama, yang membedakan cerita hidup mereka adalah PILIHAN.

Sama halnya seperti hidup kita, setiap hari kita punya banyak PILIHAN untuk menjalani hidup.

Setiap hari kita punya pilihan untuk bersemangat atau menganggap hidup sebagai rutinitas saja

Setiap hari kita punya pilihan untuk mengerjakan sekarang atau menunda

Setiap hari kita punya pilihan untuk melihat tantangan hidup sebagai sebuah hambatan yang melemahkan atau sebuah proses untuk mendewasakan.

Setiap saat kita gagal, kita punya pilihan untuk terpuruk dan menyerah atau bangkit dan berusaha kembali.

Dengan kekuatan dan karunia yang diberikan Tuhan tentunya kita tahu apa yang harus menjadi PILIHAN kita.

Jadilah pemikir positif…

July 11, 2020 By: andry Category: motivasi, refleksi

Untuk melihat dunia yang lebih baik, jadilah “pemikir positif”.

Berpikir positif “bukan” berarti “menolak mengakui” bahwa ada yang tidak baik/adil ataupun kesusahan/keterbatasan dalam hidup.

Berpikir positif adalah “pilihan” untuk mencari sisi terbaik dalam kondisi yang terburuk sekalipun sehingga kita bisa berpikir lebih jernih dan tidak larut dalam permasalahan.

Pernah punya pengalaman, suatu saat menggunakan jasa taxi ke bandara, sepanjang jalan si pengemudi mengeluhkan kesulitan menghidupi keluarganya, hidupnya yang selalu sial, cerita tentang perusahaannya yang tidak adil, merugikan pengemudi, sering membuat aturan sepihak, dll.

Namun di lain waktu, menggunakan jasa taxi dengan perusahaan yang sama, si pengemudi sepanjang jalan terlihat ceria dan saat saya menanyakan kondisi kerjaan, dijawab bahwa dia bersyukur karena dalam kondisi yang sulit dia masih punya pekerjaan dan dengan pendapatan yang mungkin tidak bisa dibilang besar, dia masih bisa “mencukupkan diri” untuk menghidupi keluarganya.

Tidak bermaksud menyamakan kondisi dan latar belakang kedua pengemudi tersebut, mungkin pengemudi yg pertama memang sedang lebih membutuhkan karena suatu kondisi.

Tapi secara umum, dalam kondisi dan situasi yang sama, tinggal bagaimana sikap kita merespon situasi yang ada.

Seringkali situasi adalah “netral”, manusia lah yang “diberi kebebasan” memilih untuk menjadikannya positif atau negatif yang nanti akan menjadi makanan alam bawah sadarnya.

Mengeluh dan kuatir yang berlebihan tidak pernah menyelesaikan masalah, malah akan membuat jiwa lebih tertekan.

Belum ada yang menjual sepatu di sana… (Kesempatan atau Hambatan ?)

December 11, 2010 By: andry Category: motivasi, refleksi

Saya teringat sebuah ILUSTRASI dari sebuah buku yang duluuuuuuuuuu sekali pernah saya baca, tapi lupa buku apa.. hehehe..
Terlepas bahwa ilustrasi ini mungkin nggak mungkin terjadi, menurut saya ada point penting yang bisa kita ambil mengenai pandangan “KESEMPATAN atau HAMBATAN ?”

Kata2 nya yang tepat saya lupa, tapi ilustrasi-nya kira2 seperti ini :

Ada sebuah perusahaan pembuat sepatu dan sandal ingin mengembangkan sayapnya ke suatu daerah terpencil.
Kemudian Pimpinan perusahaan memanggil dua orang wiraniaga-nya dan menyampaikan keinginan dan cita2nya tersebut serta meminta kedua wiraniaga tersebut mendukung rencana tersebut.

Wiraniaga#I : Wah, RENCANA tersebut SANGAT SULIT dijalankan dan PELUANG-nya SANGAT KECIL pak, karena daerah tersebut terpencil dan TIDAK ADA yang menjual sepatu & sandal. Jadi sebaiknya rencana tersebut TIDAK USAH di-LAKSANA-kan.

Wiraniaga#2 : Wah, RENCANA tersebut SANGAT BRILIAN dan PELUANG-nya SANGAT BESAR pak, karena daerah tersebut terpencil dan BELUM ADA yang menjual sepatu & sandal. Selama ini kalau mereka membeli sepatu & sandal harus ke kota terdekat yang cukup jauh. KITA akan SUKSES besar di sana.

Dengan ILUSTRASI tersebut, bisa kita bandingkan CARA PANDANG kedua wiraniaga tersebut.
Dengan tempat, waktu, dan situasi kondisi yang sama, kita punya PILIHAN untuk menjalankannya.

Apakah tidak lebih menyenangkan bila dalam setiap KESEMPATAN kita bisa memandangnya seperti Wiraniaga#2 ??