Semua karena ayahku.. (sebuah pilihan)
Romi dan Roni adalah kakak beradik yang umurnya terpaut hanya satu tahun. Mereka berdua dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sama.
Dengan berjalannya waktu, setelah mereka dewasa dan memiliki kehidupan masing-masing, Romi dan Roni memiliki jalan cerita hidup yang sangat berbeda.
Romi menjadi lelaki yang kasar, suka mabuk-mabukan dan suka berjudi. Hampir setiap hari Romi pulang ke rumah dalam kondisi tidak sadar dan mabok, tidak segan-segan memaki dan bahkan memukul istri dan anaknya. Sampai suatu hari Romi ditangkap karena kekerasan rumah tangga. Yang menarik, saat sudah ditangkap pun, Romi sama sekali tidak merasa bersalah. Saat ditanya mengapa dia suka bersikap kasar, mabok dan suka berjudi, dengan suara emosi dia selalu menjawab bahwa semua sikap dan perbuatannya itu bukan salahnya, tapi salah ayahnya. Romi selalu membela diri bahwa sejak dia kecil melihat kelakuan ayahnya suka berjudi, mabok dan kasar terhadap istri dan anak-anaknya.
”Perbuatan ayahku lah menjadi contoh buatku. SEMUA KARENA AYAHKU”, teriak Romi.
Sangat berbeda dengan jalan cerita hidup di Roni.
Roni tumbuh dewasa menjadi lelaki sukses yang sabar, baik dan sangat menyayangi keluarganya. Saat ditanyakan bagaimana rahasia kesuksesan bisnis dan rumah tangganya, Roni menjawab bahwa semua sikap dan perbuatannya itu karena ayahnya. Sejak kecil dia melihat kelakuan ayahnya suka berjudi, mabok dan kasar terhadap istri dan anak-anaknya.
”Hal itu sungguh menyakitkan buatku sehingga aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan pernah menjadi seperti ayahku. Lalu aku berjuang keras untuk keluar dari bayang-bayang ayahku, aku bekerja keras untuk dapat sukses dan membahagiakan keluargaku dan orang sekitarku. SEMUA KARENA AYAHKU”, kata Roni.
Romi dan Roni dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sama, yang membedakan cerita hidup mereka adalah PILIHAN.
Sama halnya seperti hidup kita, setiap hari kita punya banyak PILIHAN untuk menjalani hidup.
Setiap hari kita punya pilihan untuk bersemangat atau menganggap hidup sebagai rutinitas saja
Setiap hari kita punya pilihan untuk mengerjakan sekarang atau menunda
Setiap hari kita punya pilihan untuk melihat tantangan hidup sebagai sebuah hambatan yang melemahkan atau sebuah proses untuk mendewasakan.
Setiap saat kita gagal, kita punya pilihan untuk terpuruk dan menyerah atau bangkit dan berusaha kembali.
Dengan kekuatan dan karunia yang diberikan Tuhan tentunya kita tahu apa yang harus menjadi PILIHAN kita.
