SUKACITA
Hambatan dan permasalahan boleh-boleh saja menguras waktu, tenaga, dan pikiran kita tapi jangan sampai merebut SUKACITA kita..
Hambatan dan permasalahan boleh-boleh saja menguras waktu, tenaga, dan pikiran kita tapi jangan sampai merebut SUKACITA kita..
Di saat semua JALAN terlihat BUNTU, kita sebagai manusia HANYA BISA menyerahkan kepada-NYA..
PASTI ada RENCANA LAIN yang lebih DAHSYAT dari yang kita harapkan.
Jadi tetaplah OPTIMIS.
Kebetulan malam ini saya iseng buka profil facebook saya, dan ada satu tulisan yang sudah cukup lama saya posting dan kembali menarik perhatianku, yaitu tulisan mengenai PECUNDANG dan PEMENANG. Materi ini saya dapatkan beberapa waktu yang lalu sewaktu mengikuti sebuah progran business management yang wajib yang diselengarakan oleh perusahan tempat saya bekerja.
PEMENANG ??? PECUNDANG ???
Kedua hal tersebut jelas adalah sebuah pilihan.
PECUNDANG adalah orang-orang yang memiliki pola tindakan BLAME, EXCUSE & JUSTIFY. Apa maksudnya?
BLAME : Pecundang selalu menyalahkan orang lain terhadap segala sesuatu yang terjadi. Mereka selalu saja menyalahkan keadaan, latar belakang keluarga, latar belakang pendidikan, pemerintah, bahkan menyalahkan Tuhan atas kejadian yang menimpa mereka.
EXCUSE : Pecundang selalu mencari-cari alasan terhadap apa yang terjadi pada diri mereka. Pernahkah anda mendengar kata-kata seperti ini :”Ah, saya ini mana bisa jualan? Saya kan tidak pintar ngomong.” atau “Mana bisa saya naik pangkat di kantor? Atasan saya tidak suka pada saya.” atau “Aduh, yang beginian susah lah, mana mungkin sih bisa begitu?” Pecundang selalu berfokus pada hal-hal yang negatif yang sebetulnya belum tentu sesuai dengan yang mereka pikirkan.
JUSTIFY : Pencundang selalu membenarkan bahwa orang lain lebih sukses dari dirinya dan tidak mau berusaha untuk lebih baik lagi karena pola pikir mereka yang membenarkan bahwa setiap orang lebih sukses dari diri mereka. Pecundang selalu merasa inferior dibandingkan dengan orang di sekitarnya.
Lalu apa yang disebut PEMENANG?
PEMENANG merupakan orang-orang yang bertanggung jawab pada setiap hal yang mereka lakukan. Pemenang jarang sekali atau tidak pernah mencari-cari alasan, menyalahkan orang lain, bahkan menyalahkan diri sendiri terhadap segala sesuatu yang mereka alami. Pemenang selalu berorientasi pada solusi. Pemenang selalu memberi arti yang baik pada segala sesuatu yang mereka alami. Bahkan hal burukpun diberikan arti positif. Dalam setiap hal buruk dan kegagalan yang dialami oleh pemenang, mereka selalu berkata “Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, kalau saya berusaha lebih baik lagi, pasti saya akan sukses.” atau “Kegagalan ini merupakan proses belajar saya, untuk selanjutnya saya tidak akan melakukan kegagalan yang sama dan meraih kesuksesan.”
Sumber : Materi SBMP
Boleh2 aja sih kita fokus dan bekerja keras untuk sesuatu yang belum dan ingin kita dapatkan, tapi jangan sampai kita lupa menikmati apa yang sudah kita punya..
SENI menjadi WANITA adalah bagaimana membuat sang PRIA merasa mempunyai KEKUATAN dan KEKUASAAN, sedangkan SENI menjadi PRIA adalah bagaimana dengan KEKUATAN dan KEKUASAAN nya sang PRIA bisa MELINDUNGI, MENGAYOMI, MENGHORMATI dan MENCINTAI sang WANITA.
KEAJAIBAN2 senantiasa terjadi, dan bisa dilihat dengan KACA MATA berlensa + (plus) SYUKUR atau – (minus) MENGELUH..
Saya teringat sebuah ILUSTRASI dari sebuah buku yang duluuuuuuuuuu sekali pernah saya baca, tapi lupa buku apa.. hehehe..
Terlepas bahwa ilustrasi ini mungkin nggak mungkin terjadi, menurut saya ada point penting yang bisa kita ambil mengenai pandangan “KESEMPATAN atau HAMBATAN ?”
Kata2 nya yang tepat saya lupa, tapi ilustrasi-nya kira2 seperti ini :
Ada sebuah perusahaan pembuat sepatu dan sandal ingin mengembangkan sayapnya ke suatu daerah terpencil.
Kemudian Pimpinan perusahaan memanggil dua orang wiraniaga-nya dan menyampaikan keinginan dan cita2nya tersebut serta meminta kedua wiraniaga tersebut mendukung rencana tersebut.
Wiraniaga#I : Wah, RENCANA tersebut SANGAT SULIT dijalankan dan PELUANG-nya SANGAT KECIL pak, karena daerah tersebut terpencil dan TIDAK ADA yang menjual sepatu & sandal. Jadi sebaiknya rencana tersebut TIDAK USAH di-LAKSANA-kan.
Wiraniaga#2 : Wah, RENCANA tersebut SANGAT BRILIAN dan PELUANG-nya SANGAT BESAR pak, karena daerah tersebut terpencil dan BELUM ADA yang menjual sepatu & sandal. Selama ini kalau mereka membeli sepatu & sandal harus ke kota terdekat yang cukup jauh. KITA akan SUKSES besar di sana.
Dengan ILUSTRASI tersebut, bisa kita bandingkan CARA PANDANG kedua wiraniaga tersebut.
Dengan tempat, waktu, dan situasi kondisi yang sama, kita punya PILIHAN untuk menjalankannya.
Apakah tidak lebih menyenangkan bila dalam setiap KESEMPATAN kita bisa memandangnya seperti Wiraniaga#2 ??
Setiap PRIBADI itu ber-BEDA dan UNIK, dan untuk menghadapinya perlu SENI yang BERBEDA dan UNIK juga..
Saya pernah mendengar sebuah cerita dari seorang teman.
Terlepas bener apa nggaknya gak penting lah ya, yg penting ambil hikmahnya :
Setelah 1000 kali melakukan percobaan, akhirnya Thomas Alfa Edison berhasil menemukan bola lampu..
Seseorang bertanya padanya bagaimana dia bisa melewati 999 kali kegagalan sebelum akhirnya mencapai kesuksesan tersebut.
Jawab Edison : saya gak pernah gagal, (more…)