warna warni kehidupan

hidup itu indah adanya
Subscribe

Berhentilah berpikiran negatif…

February 20, 2022 By: andry Category: motivasi, refleksi

Berhentilah berpikiran negatif..
Pikiran negatif tidak akan pernah bisa menyakiti dan melukai musuh ataupun orang yang tidak kita sukai,
sebaliknya malah akan melukai diri kita sendiri.

Tetaplah berpikir posisif, penuhi hati dengan cinta dan akhirnya…
bersiaplah menerima manfaatnya.

Lorong Waktu..

January 16, 2022 By: andry Category: motivasi, refleksi

Bukannya KITA saat ini sedang berjalan dalam LORONG WAKTU dan tidak pernah tau KAPAN dan DI MANA lorong itu akan BERAKHIR?
Jangan HABIS-kan WAKTU untuk MENGELUH dan mengeluarkan KATA2 NEGATIF, tp ISI-lah WAKTU dengan RASA SYUKUR dan KATA2 YANG MEMBANGUN sampai akhirnya Lorong itu berakhir kita bisa meninggalkan KENANGAN yg INDAH buat ORANG LAIN, bukan sebaliknya.

Surat untuk kekasihku (the 15th Wedding Anniversary)

December 02, 2021 By: andry Category: My Lovely Family, refleksi

Pulau Bunyu, 02 Desember 2021

Dear Bidadariku SHENNY ROMBE…
Sang wanita separuh jiwaku..

Senang sekali menyadari bahwa hari ini adalah ulang tahun pernikahan kita yang ke-15.
Puji syukur dan penghormatan yang paling tinggi kepada Tuhan Yesus Kristus atas penyertaan, kasih karunia dan berkat-Nya sampai detik ini yang begitu luar biasa buat kehidupan keluarga kita.
Sepanjang 15 tahun usia pernikahan ini adalah masa kehidupan rumah tangga yang luar biasa berisikan dengan cinta kasih yang begitu indah, terus meyakinkanku bahwa kita memang ditakdirkan bersama untuk saling melengkapi, saling menguatkan serta saling menyemangati.

Hati dan perasaanku dipenuhi begitu banyak rasa syukur dan kebahagiaan yang tak terkira, bahkan aku tidak bisa membayangkan mengarungi kehidupan ini tanpamu, cintaku.
Setiap hari yang kulewati masih tetap terasa istimewa seperti hari pertama aku bertemu dan jatuh cinta kepadamu, bahkan api cinta ini semakin membara.

Tiada kata yang ada di pikiran ku selain terimakasih atas segala cinta kasih yang telah engkau berikan padaku selama ini dan di momen indah selama 15 tahun ini, kembali aku memperbaharui janjiku bahwa selama nafasku masih berhembus, maka selama itu aku akan tetap menjagamu, mencintai dan mengasihi-mu, menghabiskan masa depanku, sampai maut memisahkan kita. Terima kasih telah merawatku, anak-anak dan orang tuaku dengan baik dan luar biasa, aku sangat menghargai semua ketulusan, cinta, kebaikan, dan dukungan yang kamu berikan untukku.

Aku teringat bahwa dulu sebelum menikah, aku berdoa agar Tuhan memberikan pendamping “yang baik” dan “mengerti” kondisiku, ternyata malah diberikan yang “terbaik” dan yang “paling mengerti” aku.
Kehadiran dan cintamu begitu menyempurnakan dan membahagiakan hidupku..

Kita doakan bersama semoga Tuhan Yesus Kristus senantiasa hadir dan menjadi pemimpin rumah tangga kita melalui firman-firmannya yang hidup.

1 Petrus 3 :1-2
3:1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,
3:2 jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.

1 Petrus 3 :7
3:7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Happy 15th Anniversary, Honey..

02 Desember 2006 – 2021

Pria yang senantiasa memujamu
Kemarin, hari ini dan selamanya..

Andry

Semua karena ayahku.. (sebuah pilihan)

November 28, 2021 By: andry Category: motivasi, refleksi

Romi dan Roni adalah kakak beradik yang umurnya terpaut hanya satu tahun. Mereka berdua dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sama.

Dengan berjalannya waktu, setelah mereka dewasa dan memiliki kehidupan masing-masing, Romi dan Roni memiliki jalan cerita hidup yang sangat berbeda.

Romi menjadi lelaki yang kasar, suka mabuk-mabukan dan suka berjudi. Hampir setiap hari Romi pulang ke rumah dalam kondisi tidak sadar dan mabok, tidak segan-segan memaki dan bahkan memukul istri dan anaknya. Sampai suatu hari Romi ditangkap karena kekerasan rumah tangga. Yang menarik, saat sudah ditangkap pun, Romi sama sekali tidak merasa bersalah. Saat ditanya mengapa dia suka bersikap kasar, mabok dan suka berjudi, dengan suara emosi dia selalu menjawab bahwa semua sikap dan perbuatannya itu bukan salahnya, tapi salah ayahnya. Romi selalu membela diri bahwa sejak dia kecil melihat kelakuan ayahnya suka berjudi, mabok dan kasar terhadap istri dan anak-anaknya.

”Perbuatan ayahku lah menjadi contoh buatku. SEMUA KARENA AYAHKU”, teriak Romi.

 

Sangat berbeda dengan jalan cerita hidup di Roni.

Roni tumbuh dewasa menjadi lelaki sukses yang sabar, baik dan sangat menyayangi keluarganya. Saat ditanyakan bagaimana rahasia kesuksesan bisnis dan rumah tangganya, Roni menjawab bahwa semua sikap dan perbuatannya itu karena ayahnya. Sejak kecil dia melihat kelakuan ayahnya suka berjudi, mabok dan kasar terhadap istri dan anak-anaknya.

”Hal itu sungguh menyakitkan buatku sehingga aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan pernah menjadi seperti ayahku. Lalu aku berjuang keras untuk keluar dari bayang-bayang ayahku, aku bekerja keras untuk dapat sukses dan membahagiakan keluargaku dan orang sekitarku. SEMUA KARENA AYAHKU”, kata Roni.

 

Romi dan Roni dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sama, yang membedakan cerita hidup mereka adalah PILIHAN.

Sama halnya seperti hidup kita, setiap hari kita punya banyak PILIHAN untuk menjalani hidup.

Setiap hari kita punya pilihan untuk bersemangat atau menganggap hidup sebagai rutinitas saja

Setiap hari kita punya pilihan untuk mengerjakan sekarang atau menunda

Setiap hari kita punya pilihan untuk melihat tantangan hidup sebagai sebuah hambatan yang melemahkan atau sebuah proses untuk mendewasakan.

Setiap saat kita gagal, kita punya pilihan untuk terpuruk dan menyerah atau bangkit dan berusaha kembali.

Dengan kekuatan dan karunia yang diberikan Tuhan tentunya kita tahu apa yang harus menjadi PILIHAN kita.

Situasi dan kondisi yang sama, tapi…

July 19, 2021 By: andry Category: motivasi, refleksi

Ada 2 orang remaja si A dan si B yang bersahabat baik.
Suatu hari mereka sedang mengobrol di depan rumah, perhatian mereka tertumpu pada salah satu peristiwa di rumah sebelah mereka.
Mereka melihat tetangga mereka si C sedang dikunjungi kakaknya si D dari kota.
Si D datang mengunjungi adiknya sambil membawa sebuah sepeda motor yang dihadiahkan untuk adiknya.
Si C terlihat sangat senang sekali dan sangat berterimakasih kepada kakaknya, dan si D berpesan semoga sepeda motor tersebut bermanfaat dan dapat membantu si C dalam menjalankan mata pencahariannya.
Si A dan si B sangat tersentuh dengan peristiwa itu dan kagum dengan kedekatan kedua kakak beradik tetangga mereka itu, dalam hati masing-masing berkomentar :
Si A : Beruntung sekali, seandainya sajaaa aku jadi si C, senang sekali mempunyai kakak si D yang sangat baik memberikan sepeda motor untukku
Si B : Baik sekali si D. Suatu saat aku akan melakukan hal yang sama seperti si D, dapat membahagiakan keluargaku dengan memberikan sesuatu yang bermanfaat buat mereka.

Situasi dan kondisi yang sama, namun beda persepsi dan yang dipelajari…

#Mentality

Mengapa kita gagal bersuka cita?

February 05, 2021 By: andry Category: motivasi, refleksi

Mengapa kita seringkali gagal bersuka cita?
Jawabannya adalah…
Karena kita seringkali menggantungkan sukacita kita kepada orang lain.
Saat orang lain melakukan hal yang tidak kita sukai atau tidak sesuai yang dengan yang kita harapkan, kita membawanya dalam pikiran negatif yang mendalam.
Orang lain itu bisa orang terdekat kita sendiri seperti orang tua, saudara, pasangan kita yang kita harapkan bisa mendukung kita..

Padahal di situ lah letak keSALAHannya..

Kita bertanggungjawab atas kebahagiaan dan sukacita kita sendiri!!!!
sekali lagi..
Kita bertanggungjawab atas kebahagiaan dan sukacita kita sendiri!!!!
Bukan orang lain !!!
Kitalah yang bisa menciptakan kebahagiaan kita sendiri melalui cara pandang dan pikiran poistif kita sendiri.

Surat untuk kekasihku (the 14th Wedding Anniversary)

December 02, 2020 By: andry Category: motivasi, my journey, My Lovely Family, refleksi

Pulau Bunyu, 02 Desember 2020

Dear Bidadariku SHENNY ROMBE…
Sang wanita separuh jiwaku..

Waktu terus berjalan..
Hari ini tepat 14 tahun kita menjalani bahtera rumah tangga, dengan segala kisah suka dan duka yang kita lalui bersama dengan banyak tawa dan airmata yang kita bagi berdua.
Kebersamaan dan rasa bahagia yang terukir inilah yang membuatku senantiasa mengucap syukur kepada Tuhan untuk anugerah terindah yang diberikan untukku, yaitu KAMU.

Memang kita tidak bisa selalu bersama karena tugas dan tanggungjwabku, namun setiap saat berkesempatan malam aku berbaring di sampingmu, aku berharap malam itu tidak pernah berlalu agar aku terus dapat dekat denganmu..
Memandangmu adalah momen indah dan berharga, yang memberikan kesejukan dan ketenangan di hatiku, yang mampu melepaskan segala lelahku.

Berjuta maaf kumohonkan kepadamu dalam banyak kelemahan dan keterbatasanku yang seringkali membuat hatimu kesal, gundah dan marah.
Dengan kondisi dan situasi seperti saat ini yang memang memaksa kita untuk sering tidak selalu bersama, sehingga pundakku pun tidak selalu tersedia untukmu ketika kamu bersedih ataupun menangis, namun kupastikan cintaku akan selalu ada untukmu

Aku tahu bahwa bukanlah pria sempurna, namun dengan segenap hatiku aku akan berusaha menjadi pria yang selalu berusaha menjagamu, “Aku mencintaimu karena Tuhan Allah begitu mengasihiku dengan menjadikanmu pendamping hidupku dan menjadi ibu dari anak-anak ku”, serta kepada Tuhan juga senantiasa aku berdoa agar diberikan kekuatan untuk selalu menjadi suami yang baik dan dapat diandalkan untukmu.

Semoga Tuhan Yesus senantiasa hadir dan menjadi pemimpin rumah tangga kita yang ajaib melalui firman-firmannya yang hidup.

Markus 10:6-9
Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Happy the 14th Wedding Anniversary, Sayangku…
02 Desember 2006 – 2020

Dari pria yang selalu memuja dan senantiasa tergila gila tentang mu,
Kemarin, hari ini dan selamanya..

Andry

Robert De Vincenzo dan bayi yang sekarat #Reaksi yang positif

October 24, 2020 By: andry Category: motivasi, refleksi

Robert De Vincenzo, seorang pegolf hebat Argentina, pernah memenangkan turnamen, setelah menerima cek dan tersenyum di depan kamera, dia pergi ke clubhouse dan bersiap untuk pulang. Saat dia berjalan menuju mobilnya di tempat parkir, dia didekati oleh seorang wanita muda yang memberi selamat kepadanya atas kemenangannya dan kemudian mengatakan kepadanya bahwa anaknya sakit parah dan sedang sekarat. Wanita itu mengatakan bahwa ia tidak tahu bagaimana dia bisa membayar tagihan dokter dan biaya rumah sakit.

De Vincenzo tersentuh oleh ceritanya, dan dia menuliskan cek yang kemudian diberikan ke wanita tersebut dan berkata kepada wanita itu. “Bawalah anakmu ke rumah sakit dan pastikan semua terjamin sehingga dia benar-benar sembuh”.

Minggu berikutnya, De Vincenzo makan siang di country club ketika seorang rekannya menghampiri ke mejanya dan berkata “ada tukang parkir minggu lalu melihat bahwa Anda bertemu dengan seorang wanita muda dan kemudian anda memberikannya cek”
De Vincenzo mengangguk. Kemudian rekannya tersebut melanjutkan, “saya punya KABAR BURUK untuk Anda. Dia menipu anda, dia tidak punya bayi yang sakit apalagi sekarat.

De Vincenzo terdiam sejenak dan bertanya “Sungguh? Maksudmu “TIDAK ADA BAYI YANG SAKIT DAN SEDANG SEKARAT”?”

“Benar,” tegas rekannya itu.

“SYUKURLAH, senang sekali mendengarnya, dan ini KABAR TERBAIK yang saya dengar sepanjang minggu ini” Kata De Vincenzo.

Dari cerita ini dapat kita ambil hikmahnya bahwa kabar baik atau kabar buruk itu tergantung bagaimana cara pandang kita melihatnya, yang mana dalam masa-masa sulit saat ini, “EMPATI” dan “KELUASAN HATI UNTUK MEMAAFKAN” adalah dua hal yang benar-benar dibutuhkan untuk kehidupan yang lebih baik.

Kita tidak bisa mengatur peristiwa apa yang akan terjadi pada kita, tapi kita bisa mengendalikan REAKSI/ RESPON KITA terhadapnya, termasuk untuk hal/ peristiwa yang kurang menyenangkan untuk manusia umumnya.

#terjemahan bebas dari cerita Robert De Vincenzo and the dying baby – www.artismc.com

Terpenjara dalam keyakinan..

October 06, 2020 By: andry Category: motivasi, refleksi

Seorang anak yang sedang berekreasi di kebun binatang, terlihat sangat tertarik memperhatikan sebuah lapangan besar tanpa kandang pembatas yang di dalamnya ada sekumpulan gajah yang berbadan sangat besar.

Yang menarik buat anak tersebut adalah melihat fakta bahwa kaki gajah-gajah tersebut hanya diikat dengan seutas tali kecil. Jelas sekali bahwa gajah-gajah tersebut bisa dengan mudah melepaskan diri dari ikatan mereka kapan saja, namun kenyataannya gajah tersebut tidak melakukannya.

Dalam pemikiran anak tersebut, dengan ukuran besar dan tenaga seekor gajah, seharusnya diikat dengan rantai dan dimasukkan ke kandang yang kuat dan tinggi.

Karena penasaran, kemudian dia mendekat ke salah seorang pelatih di situ dan bertanya “Mengapa hewan-hewan itu hanya berdiri di sana dan tidak berusaha untuk melarikan diri?”

Pelatih tersebut menjawab bahwa ketika gajah-gajah tersebut masih sangat kecil, pelatih gajah menggunakan ukuran tali yang sama untuk mengikat mereka. Namun karena gajah tersebut memang masih kecil, maka tali itu sudah cukup untuk menahan mereka. Pada awalnya gajah-gajah kecil tersebut akan meronta berusaha keras melepaskan ikatannya tapi tentu saja tidak berhasil dan malah menyakiti dirinya sendiri, hal tersebut berulang-ulang sampai pada akhirnya gajah kecil tersebut akan menyerah.

Saat mereka tumbuh dewasa, mereka terkondisi untuk ter-PENJARA dalam ke-YAKIN-an bahwa tali yang masih terikat dikaki tersebut masih bisa menahan mereka dan mereka tidak akan dapat melepaskan diri, sehingga mereka tidak pernah mencoba lagi untuk membebaskan diri.

Belajar dari cerita ini, banyak manusia yang menjalani hidup tergantung pada suatu keyakinan bahwa dia tidak bisa ini, tidak bisa itu. Batasan-batasan ini tumbuh subur dan mengakar dalam alam bawah sadarnya.

Batasan-batasan ini bisa dari orang tua, lingkungan, teman, buku-buku yang kita baca, berita yang kita dengar atau hal-hal yang kita tonton. Secara sadar atau tidak sadar kita memasukkan keyakinan ini dalam benak dan alam bawah sadar.

Saya pernah mendengar salah satu kerabat yang terkena perampingan pekerjaan, berkata bahwa saya hanya paham di bidang marketing, tidak mungkin saya bisa berhasil di bidang lain, dan akhirnya sampai saat ini terjadilah demikian, masih menunggu lowongan sesuai yang diharapkan.

Saya juga pernah mendengar seorang rekan bercerita bahwa sifat pemarahnya didapat dari orangtuanya, sehingga wajar kalau dia juga tumbuh menjadi seorang pemanah. Dia berpendapat bahwa kalau sudah sifat, tidak akan bisa dirubah.

Lah, kalau sifatnya negatif, apa iya mau disimpan terus. Kalau kita tidak yakin bahwa sifat-sifat negatif bisa dirubah, mau seperti apa ke depannya? Apakah mungkin kita bisa maju?

Mari kita belajar bahwa kegagalan atau hambatan masa lalu tidaklah menjadi keyakinan yang memenjarakan hidup kita, tetapi harusnya menjadi suatu pelajaran berharga untuk melangkah lebih optimis ke masa depan.

#tulisan ini dikembangkan dari cerita gajah dan seutas tali dari berbagai sumber/ website termasuk gambar yang digunakan

Kita adalah apa yang kita pikirkan..

October 03, 2020 By: andry Category: motivasi, refleksi

Rutinitas sejak bangun tidur mengawali hari, lalu melakukan aktifitas baik di dalam ataupun di luar rumah dan akhirnya nanti istirahat dan tidur kembali, kita tidak pernah lepas dari yang namanya BERPIKIR.
Kumpulan PIKIRAN yang terjadi berulang-ulang di berbagai tempat dan kesempatan akan menjadi KEYAKINAN / MINDSET, yang akhirnya akan menentukan TAKDIR dan NASIB kita..

“Kita adalah apa yang kita pikirkan”

Jadi hati-hatilah dengan PIKIRAN yang kita pelihara..